0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rantai Distribusi Penyebab Tingginya Harga Bawang Merah

Pedagang bawang merah (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Banyaknya rantai distribusi menjadi salah satu penyebab tingginya harga bawang merah di pasaran. Menyikapi hal itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo menggandeng Asosiasi pedagang bawang merah Indonesia untuk menekan harga dan memperlancar pasokan.

“Harga bawang merah dari petani sebenarnya murah atau hanya Rp 12 Ribu per kilogram. Namun karena panjangnya rantai distribusi, sehingga harga dipasaran melambung tinggi, bahkan saat Desember kemarin mencapai Rp30 Ribu per kilogram,” ujar Kepala Kantor perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Selasa (9/2).

Untuk menyikapi hal itu, pihaknya mencoba menjalin kerjasama dengan asosiasi pedagang bawang merah Indonesia untuk menstabilkan pasokan dan harga. Terlebih dengan adanya kerjasama itu bisa memangkas panjangnya rantai distribusi yang selama ini telah berjalan.

“Kenapa kita perlu buat MoU, karena mereka mampu menjembatani proses distribusi antar pedagang dengan para petani langsung. Dengan demikian harga bisa ditekan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Bawang Merah Indonesia, Juwari menyampaikan jika tingginya harga bawang merah dipasaran selain karena proses distribusi yang panjang juga dipengaruhi musim panen yang bersamaan.

“Oleh karena itu kita juga berharap kepada pemerintah daerah terkait dapat membuat kebijakan agar masa panen raya disetiap daerah tidak bersamaan. Hal itu untuk menjaga pasokan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge