0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perayaan Imlek Ajarkan Saling Menghormati

Suasana perayaan Imlek di SD Kanisius Keprabon (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Kemeriahan suasana Imlek kental terasa saat menginjakkan kaki di halaman SD Kanisius Keprabon (Kanibon) Solo. Beberapa lampion dipasang di sudut-sudut halaman. Selain itu hiasan berupa amplop angpao dan lampu-lampu hias digantung di pepohonan. Nuansa imlek juga terasa dari kostum yang digunakan oleh siswa-siswi ini. Warna merah yang menjadi lambang semangat menjadi warna dasar kostum yang mereka kenakan.

Perlombaan seperti lomba nyanyi lagu mandarin, lomba fotogenic, lomba fashion show, dan lomba membaca syair digelar di sebuah panggung kecil yang dipasang di salah satu sisi lapangan. Kemeriahan semakin terasa, saat anak-anak riuh berteriak-teriak menyemangati salah satu kawan mereka berlomba.

Selain lomba perorangan tersebut, pihak sekolah yang bekerjasama dengan komite sekolah juga menggadakan lomba berkelompok. Yakni lomba kebersihan kelas dan lomba majalah dinding. Berbagai lomba ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi.

“Kegiatan ini dalam rangka menanamkan rasa persatuan antar etnis atar sesama murid. Sekolah Dasar Kanisius Keprabon cukup beragam untuk etnis yang bersekolah di sini. Karenanya dengan perayaan ini kita ajarkan untuk mencintai budaya, dan untuk tidak berlaku diskriminatif terhadap etnis lain,” ungkap Kepala Sekolah SD Kanisius Keprabon, Soetrisno SPd, Selasa (9/1).

Sebagai puncak acara, tampil empat buah Barongsai dan sebuah Liong yang didatangkan khusus untuk menghibur siswa-siswi. Mereka berebut untuk foto bersama dengan Liong dan Barongsai. Selain itu juga ada sosok dewa uang, yang membagi-bagikan koin cokelat kepada anak-anak.

Ketua Komite Sekolah, Liana Setiawati mengungkapkan kegiatan ini merupakan ide dari orang tua yang disalurkan melalui komite sekolah. Kemudian ide ini diaplikasikan oleh sekolah. Perpaduan antara sekolah dengan komite sekolah yang kompak bisa mewujudkan agenda-agenda pendidikan yang tidak melulu didalam kelas.

“Selain imlek kita biasa juga mengadakan kartinian, dan banyak kegiatan lain yang bisa dijadikan pembelajaran di luar kelas. Hal ini karena tidak semua pelajaran bisa diajarkan di dalam kelas saja, melainkan di luar anak bisa jadi lebih kreatif, lebih mandiri, dan lebih berani tampil di depan,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge