0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinsosnakertrans Tambah Dua Ton Beras Untuk Eks Gafatar

Eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Boyolali, harus menambah stok beras untuk 688 eks anggota Gafatar yang masih berada di penampungan. Dua pekan di Asrama Haji belum ada kepastian kapan mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Kita minta tambahan beras 2 ton ke Bulog, tapi kemudian kita tukar beras yang bagus, hanya dapat 1,25 ton,” kata Kepala Seksi Asistensi dan Pengendalian Bantuan Sosial Dinsosnakertrans Boyolali, Rujito, Selasa (9/2).

Pihaknya terpaksa menukar beras dari Bulog karena eks anggota Gafatar tidak doyan. Beras dari Bulog tersebut kemudian ditukar ke sejumlah pedagang beras di Boyolali. Sementara untuk saat ini, persediaan beras di penampungan Asrama Haji Donohudan tinggal 13 karung. Perkarungnya berisi 25 kg, sedangkan untuk makan sehari sebanyak 3 kali menghabiskan sembilan karung beras.

“Sekali memasak, kami menyiapkan 750 – 800 nasi bungkus lengkap dengan sayur dan lauk sesuai standar dalam penanganan bencana alam,” imbuh Rujito.

Terpisah, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Boyolali Hanik Nuril Qoyyimah berujar, bantuan logistik dari masyarakat bagi para pengikut Gafatar hanya mengalir pada hari-hari pertama saat mereka ditampung di Asrama Haji Donohudan. Saat ini, sudah tidak ada bantuan yang masuk dari masyarakat.

“Kepedulian masyarakat untuk eks anggota Gafatar tidak sebesar korban bencana alam,” ungkapnya.

Disisi lain, salah satu eks anggota Gafatar asal Papua, Rusli (27), mengaku cocok dengan masakan khas Jawa Tengah. Rusli sendiri berharap segera dipulangkan ke Papua.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge