0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ancaman Ambrolnya Sipendok, BBWS Usulkan Membuat Penangkis

timlo.net/nanin
Tim SAR dan relawan terus memonitor perkembangan Dam Sipendok menyusul makin tingginya intensitas hujan (timlo.net/nanin)

Boyolali — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, hingga saat ini masih menunggu hasil kajian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali, terkait kondisi dam alami Sipendok di Lereng Merbabu. Hasil kajian tersebut nantinya akan dijadikan pacuan untuk menyikapi ancaman ambrolnya dam Sipendok.

“Kita masih menunggu, selama itu belum bisa melakukan apapun, yang bisa kita lakukan hanya melakukan pemantauan,” kata Kepala BPBD Boyolali, Nur Khamdani, Selasa (9/2).

Pihaknya juga telah menghimbau ke masyarakat untuk waspada bila hujan deras terjadi. Makin tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini bisa mempercepat ambrolnya dam Sipendok. Meski diakui, saat ini kondisi masih aman. Pasalnya, limpahan air dam Sipendok keluar melalui celah-celah bebatuan. Sehingga tidak ada penumpukan air di dam.

“Tapi kita tetap waspada, tim SAR dan relawan kita siagakan untuk terus memonitor setiap perkembangan,” tambahnya.

Dengan kondisi medan yang sulit, sangat tidak mungkin membangun dam permanen. Usulan dari tim BBWS Pemali yaitu pembuatan dam penangkis yang berjarak dua kilometer dari lokasi dam Sipendok, bertujuan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu dam alami Sipendok jebol.

“Bentuknya mirip dam penangkis lahar dingin di Kali Apu,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge