0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Muda, Ulet, Punya Mindset Kekinian

foto: David
Mochammad Syah Beizar (foto: David)

Timlo.net – Berbekal keakraban dengan internet, anak-anak muda ini membangun bisnis via online. Trend dagang online (e-commerce) yang saat ini tengah berkembang menjadi momentum membesarkan usaha serta meraup pundi-pundi rupiah. Mereka menyadari, cara berdagang saat ini sudah mengalami perubahan.

Beragam media sosial mulai dari facebook, instagram, twitter, path, kaskus dan lainnya digunakan agar pengguna media sosial mengetahui produk mereka. Selain membuka toko online di situs jual beli online, anak-anak muda ini juga membuat website agar pembeli bisa mengetahui lebih detail tentang produk mereka.

Mahasiswa jurusan Ilmu Pendidikan Kedokteran UNS, Mochammad Syah Beizar, mengaku sudah hampir 1,5 tahun ini menekuni usaha menjual mukena dan kerudung. Dengan mengusung merk Yudhistira, pemuda 20 tahun ini memasarkan mukena dan kerudungnya hanya melalui online.

“Kita jual produknya busana muslim yang kualitasnya menengah ke atas. Produk utamanya mukena, terutama mukena bali,” kata Beizar saat ditemui di rumahnya, Baki, Sukoharjo, akhir bulan lalu.

Mukena dan kerudung itu, lanjut Beizar diproduksi oleh orang tua Beizar yang juga berwirausaha catering. Desain mukena dan kerudung juga didesain sendiri. Semula, orang tua Beizar kesulitan memasarkan produk mereka. Berangkat dari kondisi itu, Beizar mengambil alih pemasaran. Ia pun memasarkan mukena dan kerudung itu melalui website www.yudhistiragroup.com.

“Jual online itu mudah dan semua orang bisa. Kedua,minim modal dan ketiga peluang pasarnya besar,” ujar dia.

Jika awalnya hanya memproduksi 200 potong mukena, kini Beizar bisa menjual 1.000 potong mukena setiap bulan. Pembelinya beragam dari seluruh Indonesia seperti Jakarta, Surabaya hingga Papua. Mengingat usaha mukena merupakan usaha musiman, puncak penjualan terjadi saat bulan Ramadhan lalu dimana Beizar bisa mengantongi omzet hingga 75 juta sebulan. Saat ini, omzet rata-rata mencapai Rp 10-20 juta per bulan.

Menurut Beizar untuk bisa berkembang dan terus eksis, berjualan online harus memiliki ciri khas sebagai pembeda dengan kompetitor. Meskipun harga yang murah menjadi penarik saat awal-awal berjualan, ciri khas produk pada akhirnya menjadi penentu agar tetap bisa diterima komunitas.

Disinggung cara membagi waktu antara kuliah dan berjualan, Beizar mengakui butuh kerja keras untuk membagi waktu. Ia banyak mengurusi jualan di malam hari sementara di siang hari lebih banyak digunakan untuk kuliah.

Kedepan, Beizar berharap usahanya terus berkembang. Ia menargetkan bisa melakukan ekspor serta membuka toko offline di beberapa kota. Toko offline itu agar biaya pengiriman barang bisa lebih murah.

Anak muda lainnya yang menggeluti bisnis secara online yakni Ainan, mahasiswi jurusan bahasa LPK Istibank, Sukoharjo. Perempuan 22 tahun ini menjual berbagai obat herbal dan kosmetik kecantikan dengan brand Stokout. Ia memasang produknya di situs jual beli dan facebook Stokout.id

“Tadinya aku jualan baju, kakak yang jualan herbal. Karena kakak kurang fokus jadinya aku bantu jualkan. Ternyata justru herbalnya yang laku,” ujar dia.

Menekuni jualan online sekitar 1,5 tahun ini, usaha Ainan mulai membuahkan hasil. Dalam satu bulan, rata-rata ia mendapatkan omset penjualan sebesar Rp 10 juta sebulan. Pembelinya dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatera hingga Papua. Bahkan, Ainan pernah dua kali mendapat pesanan dari Singapura.

Menurut Ainan, berjualan online lebih mudah lantaran tidak memerlukan toko yang letaknya harus strategis. Selain itu, berjualan secara online juga bisa menjaring banyak pelanggan.

Kedepan, Ainan berencana membidik pasar ekspor. Meski masih terdapat beberapa kendala seperti pengiriman barang yang cukup lama. Di sisi lain, Ainan meyakini kuliahnya bahasa inggris akan membantunya untuk bisa menjual produknya ke luar negeri.

“Untuk bisa ekspor tentu kita harus bahasa Inggris, meski sedikit-sedikit,” ujar perempuan asal Pasar Kliwon, Solo ini.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge