0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Sungai Bercampur Lumpur, Petani Baturetno Resah

Cekdam mulai dipenuhi tumpukan endapan lumpur yang terbawa aliran Sungai Temon (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sudah hampir sebulan lebih, air Sungai Temon bercampur lumpur. Selain berwarna keruh, lumpur-lumpur yang terbawa aliran sungai tersebut menumpuk di sejumlah cekdam, sehingga menambah tinggi tumpukan sedimentasi cekdam tersebut. Diduga lumpur tersebut berasal dari Bendung Kalinekuk yang terletak di Kecamatan Batuwarno.

“Sejak musim penghujan ini, air nya bercampur lumpur. Menurut informasi yang kami terima,s emenjak dibuka pintu Bendung Kalinekuk, aliran sungai di bawah bendung menjadi seperti ini,” jelas warga Kecamatan Baturetno, Muji, Selasa (9/2).

Menurutnya, di bawah Bendung Kalinekuk terdapat empat cekdam.Diantaranya,Cek dam Desa Sumberejo,Gondang Kecamatan Batuwarno,kemudian cek dam Sinongko dan Temon Desa Temon Kecamatan Baturetno.Dimana cek dam tersebut berada pada aliran Sungai Temon.Sedangkan, selama ini oleh warga dimanfaatkan sarana irigasi pokok.

“Bendung Kalinekuk itu sudah puluhan tahun tidak difungsikan. Bahkan di atas bendung sudah menjadi lahan pertanian,” jelasnya.

Namun belakangan ini, cekdam tersebut mulai dipenuhi lumpur akibat dibukanya pintu air Bendung Kalinekuk. Sedang cekdam tersebut dipergunakaan untuk memenuhi kebutuhan irigasi ratusan hektar sawah di dua kecamatan. Padahal selama ini ,sedimentasi cekdam sudah tinggi, namun belum ada tindakan dari pemerintah. Seperti halnya yang terjadi cekdam Temon terlihat sedimentasi mulai menumpuk di sisi atas bendungan.

“Mungkin saja endapan yang di atas bendung tergerus air dan larut saat hujan turun. Jika dibiarkan berlarut-larut kemungkinan cekdam tidak bisa menampung air lagi,” katanya.

Hal senada diutarakan Yono, petani setempat. Menurutnya, selama ini cekdam di bawah Bendung Kalinekuk mengalami penumpukan sedimentasi cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengerukan. Pasalnya, setiap musim kemarau tiba, tampungan air dari cekdam tidak mampu memenuhi kebutuhan petani.

“Intinya ,kami khawatir dengan kondisi cekdam ini, terlebih adanya lumpur yang terbawa sungai dari dampak dibukanya Bendung Kalinekuk ini,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge