0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kereta Cepat Beroperasi, Pasar Penerbangan Terganggu?

Presiden Jokowi saat melihat miniatur kereta cepat (merdeka.com)

Timlo.net – Keberadaan kereta cepat dinilai bisa mengancam maskapai penerbangan. Ketua Forum Studi Kereta Api Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, kereta cepat bisa menyedot penumpang setia pesawat terbang. Untuk menuju tempat yang sama, kereta cepat dinilai lebih hemat waktu ketimbang pesawat.

Dia mengilustrasikan, keberadaan kereta cepat yang bisa menghubungkan Paris dan Brussel dan sebaliknya dalam 2 jam 15 menit bisa membuat sejumlah maskapai penerbangan gulung tikar dalam tiga bulan. Padahal Paris-Brussel dan sebaliknya bisa diterbangi hanya dalam sejam.

“Ternyata total waktu tempuh jadi keunggulan. Gunakan pesawat memang 1 jam, tapi menuju bandara dan dari bandara masing-masing butuh 2 jam, total 5 jam. Karena bandara letaknya di pinggir kota,” ujar Djoko, kemarin.

“Sedangkan kereta cepat bisa kurang dari 3 jam, karena letaknya di tengah kota dan dekat pemukiman. Ditambah lagi tersedianya transportasi umum terintegrasi dengan kereta menjadi keunggulan.”

Dengan kata lain, menurut Djoko, maskapai penerbangan di Eropa saat ini sudah jarang menerbangi rute dengan masa tempuh hanya sejam. Kecuali itu adalah penerbangan transit.

“Di Korea Selatan, kereta cepat hubungkan Seoul di utara dengan Busan di Selatan, sepanjang 800 kilometer, jarak yang sama antara Jakarta- Surabaya,” katanya.

“Tiap hari bisa angkut sekitar 150 ribu penumpang, jeda keberangkatan antarkereta 10-15 menit.”

[yud]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge