0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terintimidasi, Warga Djarum Ngadu ke Pj Bupati Wonogiri

Warga Dusun Jarum menuntut agar tower Telkomsel dipindahkan dari dusun mereka (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Merasa surat aduannya tidak ditanggapi Pemkab Wonogiri terkait keresahan warga akan keberadaan tower milik PT Telkomsel, belasan warga Dusun Jarum RT 1/RW 3 Kelurahan/Kecamatan Sidoharjo  mengadu langsung kepada Penjabat Bupati Wonogiri di ruang kerjanya.

“Tower itu harus segera diturunkan, kami terus terang tidak nyaman, hidup kami terganggu,” ungkap Sri Wahyuningsih, salah seorang warga saat dijumpai di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, Selasa (9/2).

Menurutnya, jarak tower Telkomsel dengan rumahnya hanya radius tujuh meter. Selain dirinya, warga lainnya yang masih satu RT pun merasakan hal yang sama.

“Apalagi di saat hujan, petir menyambar hingga menggetarkan rumah, bahkan saat angin kencang suaranya menderu-deru seperti pesawat terbang,” katanya.

Bahkan, kata dia, ada warga yang terpaksa keluar masuk rumah sakit gara-gara suara-suara yang ditimbulkan tower milik Telkomsel tersebut. Terlebih lagi ada sekelompok warga yang kontra dengan pihaknya, dan mengintimadasi warga yang menolak keberadaan tower Telkomsel itu.

“Warga Jarum pecah jadi dua kubu, sebagian pro langkah kita, sebagian lagi karena uang mereka kontra pada kami,” terangnya.

Warga lain, Sular (56) berharap pemerintah tegas menangani persoalan ini. Dia mengaku, jarak tower dengan rumahnya hanya sekitar lima meter. Sudah hampir 10 tahun warga sekitar tower prihatin dengan kondisi tidak nyaman dan penuh rasa was-was.

“Yang jelas kami minta tower itu segera dipindahkan. Walaupun pihak Telkomsel berupaya memberikan kompensasi seberapa pun besarnya kami tidak tertarik. Apalah artinya uang jika hidup kami terancam,” tandasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Wonogiri Sarwa Pramana mengapresiasi langkah warga Dusun Jarum yang langsung datang mengadu kepadanya terkait keresahannya selama ini. Namun demikian pihaknya belum dapat memutuskan persoalan ini.

“Maaf kami belum bisa memberikan keputusan secepat ini, soalnya pihak yang berkaitan belum ada di sini. Tapi yang jelas kami akan berusaha menghadirkan semua pihak untuk berembug bersama.

Yen arep ribut-ributo neng njero forum mengko yen wis bar hormati keputusane, kemudian di luar kalian lalu bersalaman. Dan itulah maknanya Jateng Gayeng,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge