0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir Bandang, 22 Rumah Warga Sragen Terendam

Salah satu warga membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Banjir bandang kembali terjadi di Bumi Sukowati. Kali ini terjadi di Dukuh Dukuh, Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Minggu (7/2) malam. Banjir ini disebabkan lantaran sampah dari hutan yang menghambat aliran sungai dan mengakibatkan air meluap menggenangi rumah serta pertanian warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Senin (8/2), air naik saat hujan deras mengguyur pada sore hari sekira pukul 16.30 WIB dari Sungai Kedung Gede atau  Sungai Dukuh. Sungai ini merupakan anak sungai Bengawan Solo dan merupakan muara dari tiga sungai lain yakni Kali Komplang, Kali Bobang dan Kali Bonaru.

Salah satu warga,  Saidi (70) menuturkan, banjir ini cukup mengagetkan lantaran jarang terjadi.  Memang banjir terakhir terjadi lebih besar pada 5 tahun lalu atau awal tahun 2011.

”Dulu juga pernah, malah lebih besar, saat itu seingat saya Bupati Agus baru saja menjabat,” katanya pada wartawan, Senin (8/2).

Ketua RT 12 Dukuh Dukuh, Desa Jenar, Supargini mengatakan, setidaknya ada 10 rumah di RT 12 yang terkena imbas banjir ini. Wilayahnya terimbas paling parah karena secara geografis RT 12 dikelilingi aliran sungai.

Sementara Kepala Desa Jenar Sugiyanto menjelaskan, ada 22 KK yang menjadi korban  musibah ini. Sebanyak 14 rumah mengalami rusak berat. Sebanyak 12 rumah ad di RT 12. Sedangkan sisanya yakni 6 rumah yang mengalami rusak ringan berada RT 13 dan RT 14.

”Sebagian KK masih satu rumah dengan orang tuanya,” jelasnya.

Ditambahkan, ada 2 rumah yang mengalami rusak parah, yakni milik Warsi di RT 11dan Hani RT 12. Kedua rumah tersebut mendapat bantuan paket peralatan dapur dari BPBD.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge