0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gembalakan Lebah, Berburu Bunga Hingga Luar Daerah

timlo.net/nanin
Tamat dan Roji warga Pati, gembalakan lebah hingga ke Klego, Boyolali (timlo.net/nanin)

Boyolali — Tidak hanya kambing dan sapi saja yang harus digembalakan, ternyata lebah juga harus digembalakan. Utamanya lebah madu. Tujuannya untuk mencari lokasi yang terdapat tanaman yang sedang berbuah. Seperti yang dilakukan dua warga Pati, Tamat (35) dan Roji (47), yang harus mengembalakan lebah-lebah mereka hingga wilayah Klego, Boyolali.

“Sumber makananya kan sari bunga, ya kita harus berburu ke daerah-daerah yang sedang mekar bunganya, kemarin habis dari Blora,” kata Tamat warga Tlogowungu, Blora, ditemui di Desa Bade, Klego, Senin (8/2).

Dipilihnya Klego, karena banyak sekali tanaman akasia yang sedang berbunga. Hanya saja, karena bunga belum mekar serempak, maka sumber makanan berupa madu dari sari bunga masih kurang. Untuk itu, dia harus memberi makan tambahan berupa cairan gula pasir. Caranya, gula dimasukkan dalam kotak khusus yang sudah disediakan di dalam kotak sarang lebah.

“Ini biar lebahnya tidak kelaparan dan tidak meninggalkan sarang,” tambahnya.

Untuk masa panen sendiri, saat musim bunga serempak. Saat itulah, pemberian makanan tambahan berupa cairan gula dihentikan. Jika kondisi bagus, panen bisa dilakukan setiap 15 hari sekali dengan produksi madu rata- rata 10 liter per kotak.

“Satu botol dijual Rp 70 ribu, biasanya kita kirim ke Jakarta,” imbuhnya.

Tamat dan Roji sendiri tidak setiap waktu menunggui kandang-kandang lebah tersebut. Mereka mengupah warga sekitar untuk menjaganya. Sebab sempat dua kali kehilangan madu yang siap dipanen. Namun setelah itu aman.

“Kan tidak semua orang berani berhadapan dengan lebah,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge