0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gara-gara Beda Kurikulum, Beda Pemahaman Soal UN

Pelaksanaan UN SMP (dok.timlo.net/nanin)

Solo – Diterapkannya dua kurikulum yang berbeda saat ini, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13), terjadi perbedaan pemahaman di antara guru-guru Mata Pelajaran (Mapel) Bahasa Indonesia terhadap materi kisi-kisi soal Ujian Nasional (UN) 2016.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kota Solo, Liestyani Dhamayanti mengakui, memang terjadi perbedaan pemahaman terhadap kisi-kisi mapel bahasa Indonesia yang dipakai sebagai soal Ujian Nasional (UN) 2016.

“Perbedaan pemahaman sejauh ini masih wajar,” ujarnya saat bertemu wartawan, di sela-sela kegiatan Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kisi-kisi UN 2016 Bahasa Indonesia yang diadakan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Solo di SMPN 1, Solo, akhir pekan kemarin.

Munculnya pemahaman yang berbeda, menurut Liestyani, sebagai contoh, guru dari K-13 misalnya, ketika membaca kisi-kisi tentang menentukan bagian-bagian teks, mereka langsung membuat soal yang di situ ada struktur teksnya. Sementara dari guru KTSP yakin kalau siswa KTSP tidak akan bisa mengerjakan soal tersebut karena hanya diajarkan di sekolah K-13.

Contoh lain, kata Liestyani, ada beberapa sekolah KTSP yang gurunya justru mengajarkan materi Struktur yang sebenarnya tidak masuk dalam pembelajaran KTSP.

Namun, katanya lagi, sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), UN 2016 bakal dilaksanakan dalam satu konsep. Tim pembuat soal UN 2016 akan menerapkan sistem irisan dari kedua kurikulum tersebut.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge