0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Enam Warga Sumbar Tertimbun Longsor

(Ilustrasi) Penanganan korban longsor (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Timlo.net – Sejumlah kawasan di Provinsi Sumatera Barat mengalami musibah tanah longsor. Beberapa daerah itu diantaranya Kota Solok, Kabupaten Agam dan Kabupaten Solok Selatan, serta kabupaten Limapuluh Koto Provinsi Sumatera Barat.

“6 Orang warga diketahui tertimbun longsor dalam satu rumah. 4 di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 2 warga lagi belum ditemukan jasadnya,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Zulfiatno, Senin (8/2).

Zulfiatno menjelaskan, 4 warga yang telah ditemukan jasadnya oleh Tim BPBD dibantu TNI dan Polri serta masyarakat yakni, Upik (55 tahun), Ramli (20 tahun), fillin (18 tahun) Nisa (bayi 1,5 tahun).

“Sedangkan 2 orang warga yang belum ditemukan jasadnya yakni M Yunus (65 tahun) dan, Reva (2 tahun),” kata Zulfiatno.

Dikatakan Zulfiatno, untuk mencari jasad para korban yang tertimbun longsor, pihaknya dibantu masyarakat sekitar menggunakan alat sederhana yakni cangkul.

“Ini dilakukan agar tidak melukai jasad korban. Sedang kita lakukan pencarian dengan cangkul, mudah-mudahan 2 warga lainnya segera ditemukan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir dan longsor di Kabupaten Solok Selatan terjadi di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo, dan Kecamatan Sangir.

“Banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Bangko, Sungai Batang Suliti dan Sungai Batang Lolo. Banjir dan longsor menyebabkan jalan Muaralabuh – Padang Aro Kerinci putus total,” ujar Sutopo.

Bahkan, longsor juga menimpa rumah warga sehingga 6 orang tertimbun longsor pada 6 Februari 2016 sekitar pukul 20.00 Wib lalu. 4 Jenazah telah ditemukan, sedangkan 2 warga lain yang masih tertimbun longsor sedang dicari.

Selain itu, banjir juga menyebabkan 2.000 unit rumah terendam banjir hingga 1,5 meter dan 100 hektar sawah setinggi 1 meter. Dua jembatan kabupaten putus. Lalu lintas Payakumbuh-Pekanbaru lumpuh total. Saat ini kondisi masih hujan.

Sungai Batang Lembang meluap sehingga banjir di Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Tanjung Harapan dan Kelurahan Kampai Tabu Karambie Kota Solok. 36 rumah terendam banjir.

Di Kabupaten Agam, longsor terjadi pada 7 Februari 2016 sekitar pukul 02.00 Wib. Material longsor mengakibatkan tertutupnya akses jalan Bukittinggi-Lubuk Sikaping dengan panjang material longsor 15 meter setinggi 2,5 meter.

“Saat ini, jalan sudah dapat dilalui kendaraan,” terangnya.

Sementara itu banjir juga terjadi di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Nagari, Kab 50 Kota. 100 rumah terendam banjir hingga 1 meter. Satu orang hanyut dan ditemukan tewas bernama Padri (16 tahun).

Menurut Sutopo, Badan Penanggulangan Benvana Daerah (BPBD) Sumbar bersama TNI, Polri, PMI, Basarnas, SKPD dan masyarakat telah melakukan pendataan dan penanganan darurat.

“Posko sudah didirikan dan membagikan makanan siap saji. Hingga saat ini hujan masih berlangsung menyebabkan kesulitan pananganan bencana,” tandasnya.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge