0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penjualan Tembakau Rajang Petani Eromoko Tembus Rp 16 Miliar

Tembakau (dok.merdeka.com)

Wonogiri — Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil produksi tembakau petani di Kecamatan Eromoko tahun 2015 meningkat dua kali lipat atau sekitar 671.723 kilogram.

“Total pendapatan tahun ini mencapai lebih dari Rp 16 Miliar, sedang tahun lalu hanya sekitar Rp 8 Miliar,” ungkap Camat Eromoko, Danang Erawanto saat dihubungi melalui telepon, Minggu (7/2).

Dikatakan, saat ini, tembakau telah menjadi salah satu potensi perkebunan di Kecamatan Eromoko. Sementar, jumlah petani tembakau di Eromoko mencapai 1.018 orang. Jumlah tersebut tergabung dalam 51 kelompok tani di 11 kelurahan/desa. Setiap kelompok terdiri dari 10-51 petani. Selain itu, ada pula kelompok tani yang terdiri kurang dari 10 petani di dalamnya.

“Luas lahan tembakau saat ini mencapai 475, 86 hektar. Wilayah yang memiliki luas lahan tembakau terluas adalah Baleharjo yaitu 164, 61 hektar,” katanya.

Tak hanya di Kecamatan Eromoko, Kecamatan Pracimantoro juga ada desa penghasil tembakau, di antaranya adalah di Trukan, Banaran, Sedayu, Tubokarto, Wonodadi, dan Lebak. Topografi Pracimantoro sendiri pun cocok dengan tanaman satu ini.

“Karakter tanaman yang tidak membutuhkan banyak air dan harga yang tinggi menjadikan masyarkat tertarik mengembangkan tembakau,” kata Camat Pracimantoro, Warsito.

Berdasarkan data luas areal dan produksi perkebunan rakyat, Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, lahan tembakau di Wonogiri sampai 2014 lalu tersebar di sembilan kecamatan. Di antaranya Pracimantoro (55 hektar), Giriwoyo (25 hektar), Baturetno (55 hektar), Eromoko (35 hektar), Kismantoro (45 hektar), Purwantoro (65 hektar), Bulukerto (25 hektar), Slogohimo (63 hektar) dan Girimarto (90 hektar). Dari jumlah lahan tersebut, produksi rajangan mencapai 303 ton.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge