0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Transmigrasi Eks Gafatar Harus Bersama Masyarakat Lain

Gafatar (merdeka.com)

Solo – Wacana pengiriman khusus transmigrasi eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang digulirkan pemerintah pusat ditolak keras Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo. Seharusnya, mereka dijadikan satu dengan masyarakat lain yang berminat mengikuti program penyebaran penduduk tersebut.

“Jangan ada embel-embel eks Gafatar lagi. Mereka seperti masyarakat pada umumnya, kalau ingin mengikuti program transmigrasi,” kata Kepala Dinsosnakertrans Solo, Sumartono Kardjo kepada wartawan baru-baru ini.

Saat ini, kata Sumartono, konsep transmigrasi eks pengikut Gafatar masih menjadi perdebatan dikalangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pihaknya mengaku telah mengirim surat berisi penolakan transmigrasi khusus eks Gafatar. Di Solo, terdapat belasan mantan pengikut organisasi berlambang matahari terbit itu.

“Kalau memang ada transmigrasi (bagi eks Gafatar-red) ya bergabung dengan transmigrasi reguler,” tuturnya.

Disinggung terkait jumlah transmigran yang akan diberangkatkan, Sumartono mengaku, Kota Solo mendapat tempat 10 orang. Kawasan di Kalimantan Utara dibidik untuk menjadi tempat tinggal baru warga. Menurunya, pusat mestinya menambah kuota transmigran jika eks Gafatar ditarik mengikuti transmigrasi.

“Idealnya ya ditambah. Apalagi saat ini masih ada 70 warga yang mengantri untuk transmigrasi,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge