0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim Sibat, Dari Pantau Banjir Sampai Buat Grup Facebook

Daryono
Ketua Sibat Sewu, Budi Utomo (Daryono)

Solo – Saat hujan turun tanpa henti di malam hari, umumnya kita akan berdiam diri di rumah. Biasanya kita juga akan tidur lebih cepat.

Namun tidak demikian dengan personil Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Kelurahan Sewu. Di saat hujan terus mengguyur, menjelang malam personil Sibat justru berjaga untuk memantau ketinggian air.

“Kami melaporkan perkembangan ketinggian air dan kondisi di lapangan kepada PMI (Palang Merah Indonesia) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Ketua Sibat Kelurahan Sewu, Budi Utomo saat berbincang dengan Timlo.net, Sabtu (6/2).

Sudah dua hari ini Budi bersama teman-temannya sesama personil Sibat berjaga di Pos Pompa Air Sewu. Mereka memantau ketinggian air dengan cara melakukan koordinasi dengan penjaga pintu air. Dua hari ini, lantaran hujan turun sepanjang malam, Budi dan rekan-rekannya berjaga hingga pagi hari.

Jika kondisi air Sungai Bengawan Solo terus naik dan mulai mengancam rumah warga, personil Sibat juga siaga. Mereka juga siap melakukan upaya evakuasi pertama dan pendirian tenda darurat. Beberapa perlengkapan darurat banjir seperti tenda, velbet (tempat tidur lipat) dan dapur umum tersimpan di kantor Kelurahan Sewu yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sewaktu-waktu, perlengkapan itu dikeluarkan jika banjir menerjang.

“Kita pasti akan stand by jam 02.00 WIB atau 03.00 WIB. Karena waktu itu puncak-puncaknya (ketinggian air),” ujar dia.

Budi menerangkan, jumlah personil Sibat Kelurahan Sewu sebanyak 30 orang. Diakuinya, tidak semua personil selalu stand by. Namun, komunikasi dengan sesama anggota Sibat perihal kondisi terkini ketinggian air selalu dikomunikasikan dengan media sosial.

Budi membuat grup facebook agar anggota Sibat dan warga internet lainnya juga bisa ikut memantau kondisi ketinggian air Sungai Bengawan Solo.

Sibat Kelurahan Sewu memantau setidaknya 40 KK yang masih tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo dari intaian banjir. Mereka berada di tiga kampung yakni Putat, Sowijayan dan Beton.

“Warga sudah terbiasa dengan banjir. Ketika alarm banjir berbunyi, warga bersiap-siap dan tidak panik,” ujar dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge