0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Banjir di Solo, Ini Usul DPRD

(Ilustrasi) Banjir menggenangi jalan di Solo beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/red)

Solo – Terkait solusi penanganan banjir di Kota Solo, kalangan DPRD menyarankan agar Pemkot meniru keberadaan Pompa Air Jonasan yang terletak di Tempuran Putat yang merupakan pertemuan antara anak sungai Bengawan Solo yakni Kali Sonto dengan Bengawan Solo. Pompa air Jonasan ini disebut-sebut ampuh mengurangi banjir di kawasan Kelurahan Jagalan dan Kampungsewu.

“Di kawasan tersebut dulu menjadi langganan banjir, sekarang sudah terbebas. Terutama di kawasan Kampung Kalangan dan Bororejo,” kata Komisi II DPRD Solo YF Sukasno, Jumat (5/2).

Disinggung usulan pembuatan pintu air yang tepat, Sukasno menyarankan Pemkot membangun di kawasan antara Kampungsewu dengan Sangkrah, atau yang sering disebut Tempuran Beton. Pemilihan lokasi tersebut sesuai karena dianggap posisi bangunan dan ketinggianya bisa sesuai dengan rencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain itu pintu air tersebut juga dapat dijadikan akses jalan bagi tiga kelurahan yaitu Sewu, Sangkrah dan Semanggi.

“Kalau di situ tanggulnya mau ditinggikan berapapun tidak masalah,” katanya.

Ia yakin, pembangunan pintu air di kawasan terseut tak akan menuai kendala. Pasalnya, warga yang menempati kawasan itu telah lama direlokasi. Bahkan, menurut Sukasno, manfaatnya akan jauh lebih besar.

“Dulunya memang berpenduduk, tapi sekarang sudah direlokasi,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim mengatakan, warga di bantaran sungai yang terdampak proyek peninggian tanggul oleh BBWS harus bersedia untuk direlokasi. Pihaknya menginginkan adanya komunikasi intensif  dari Pemkot kepada warga agar tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan.

“Semua duduk bersama, Pemkot tentunya tidak ingin warganya kebanjiran. Tapi warga juga harus mematuhi apa yang diatur oleh Pemkot agar semua lancar,” kata Umar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge