0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Tanoe Polisikan M Prasetyo

dok.merdeka.com
Jaksa Agung HM Prasetyo (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pengusaha Hary Tanoesoedibjo melaporkan Jaksa Agung, M Prasetyo dan Kepala Sub Bidang Penyidikan Pidana Khusus Kejagung, Yulianto ke Bareskrim Polri atas tuduhan pencemaran nama baik, fitnah dan keterangan palsu.

“Saya laporkan dua (Prasetyo dan Yulianto) ini atas pencemaran nama baik. Saya sesalkan saya dilaporkan dan diberitakan mengancam padahal saya enggak mengancam,” kata Hary Tanoe, Jumat (5/1).

Hary Tanoe menduga adanya pesan ancaman yang selama ini disampaikan pihak Kejagung memiliki unsur politis. Oleh karenanya, dia berharap laporannya bisa mendapat dukungan dari masyarakat.

“Saya ini masuk ke politik jelas, bagaimana Indonesia bisa menyelesaikan hukum dengan baik. Saya harapkan dapat dukungan kalau saya laporkan seperti tidak baik. Saya harap itu didukung satu visi baik maju bersama-sama dalam hal kurang baik,” ujar dia.

Hary Tanoe mengatakan sebagai bos MNC Group yang berkembang pesat tidak mungkin mengancam Yulianto atau pihak Korps Adhyaksa. Diklaim dia, SMS itu hanya meminta Indonesia harus dibersihkan dari orang-orang yang mengesampingkan penegakan hukum.

“Yang ingin saya sampaikan ini sangat idealis, sebagai pengusaha MNC berkembang pesat saya enggak bisa lihat Indonesia seperti ini. Saya enggak bilang saya mengancam, saya cuma katakan Indonesia harus dibersihkan. Itu hanya imbauan,” klaimnya.

Hary Tanoe membeberkan isi pesan yang diterima Yulianto. Berikut isi pesan yang dikirim Ketua Umum Partai Perindo itu.

‘Mas yulianto kita buktikan siapa yang salah, benar, siapa profesional, anda harus ingat kekuasaan enggak langgeng. Saya masuk ke politik untuk memberantas penegak hukum yang suka semena-mena.’

Prasetyo dilaporkan dengan laporan bernomor LP/135/II/2016/Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik, keterangan palsu, fitnah sebagaimana dimaksud dalam pasal 310, 311 KUHP atau pasal 27 ayat 3 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Sama halnya dengan pimpinan Korps Adhyaksa itu, Yulianto pun dilaporkan dengan laporan bernomor LP/134/II/2016/Bareskrim atas tuduhan tindak pidana pencemaran nama baik, keterangan palsu, fitnah sebagaimana dimaksud dalam pasal 310, 311 KUHP atau pasal 27 ayat 3 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge