0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pelabelan Halal Makanan, Pemkot Solo Gandeng MUI

Pj Walikota Solo Budi Yulistyanto (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Usulan pelabelan makanan halal dan haram pada pelaku usaha di Solo sebagaimana yang dilontarkan kalangan DPRD Solo mendapat sinyal positif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Pemkot bakal menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk merealisasikan pelabelan makanan halal dan haram.

“Nanti kita komunikasikan dulu dengan MUI seperti apa. Karena yang menentukan halal dan haram itu kan MUI. Kalau memang pemerintah mewajibkan, ya tentu kita siapkan regulasinya, apalagi Dewan sudah mendorong adanya hal tersebut,” kata Penjabat (Pj) Walikota Solo, Budi Yulistianto kepada wartawan, Jum’at (5/2).

Menurut Budi, label yang dicantumkan bukan hanya saja makanan yang halal tetapi juga makanan yang terdeteksi haram. Penerapan pelabelan itu tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Pengecekan dilakukan secara keseluruhan mulai dari proses hilir hingga hulu. Dengan pelabelan itu akan diketahui makanan yang betul-betul halal dan haram.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyazni Susana mengatakan, labelisasi makanan halal dan haram pada pelaku usaha seperti restoran dan hotel bukan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Disbudpar.

“Kami sedikit mengambil bagian karena pelaku usaha seperti hotel dan restoran tergabung dalam Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU),” kata dia.

Terkait adanya salah satu hotel di kawasan Gladak yang enggan mendapat pemeriksaan kelayakan makanan, Eny menyatakan bakal segera melakukan koordinasi dengan URHU.

“Segera kami koordinasikan dengan tim kami. Karena itu juga menyangkut izin URHU,” ujar dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge