0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Semua Data Keterlibatan Jessica Dikeluarkan Saat Persidangan

Irjen Tito Karnavian (merdeka.com)

Timlo.net – Polisi mengklaim telah mengantongi sejumlah fakta kematian Wayan Mirna Salihin (27), serta keterlibatan Jessica Kumala Wongso. Namun, fakta tersebut bakal terungkap di persidangan nanti.

“Di persidangan kami akan otomatis all out membantu teman-teman jaksa. Karena kewajiban polisi bukan hanya pada P21, tapi kewajiban polisi secara moral bahwa kasus yang sudah dilakukan tindakan upaya paksa oleh polisi itu harus kita yakinkan juga bahwa mereka, tanpa melupakan azas praduga tak bersalah, membantu mereka dan bekerja dalam team work,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, Jumat (5/2).

Menurut dia, saat ini polisi sedang fokus mengumpulkan bukti-bukti kasus pembunuhan Mirna. Polisi juga akan menyakinkan jaksa agar pelimpahan berkas ke kejaksaan.

“Sekarang langkah polisi adalah bagaimana memperkuat alat bukti. Meyakini teman-teman Jaksa agar mereka yakin dan P21. Setelah itu meningkat ke persidangan,” kata dia.

Kapolda menambahkan, penetapan tersangka Jessica lantaran penyidik sudah mmepunyai bukti kuat. Oleh sebab itu, penyidik juga sudah mempertimbangkan hal tersebut.

“Penyidik berani menahan berarti penyidik sudah yakin,” tegasnya.

Meski demikian, Kapolda meyakini jika penyidik enggan terburu-buru dalam melakukan P21. Menurut dia, waktu yang dibutuhkan juga masih lama.

“Kita memiliki waktu empat bulan. 20 (hari), 40 (hari), 30 (hari), 30 (hari). 20 hari pertama tahanan penyidik, setelah itu bisa diminta perpanjangan oleh jaksa. Menjadi tahanan atas dukungan jaksa 40 hari. Kalau kurang cukup bisa kita ajukan 30 hari di pengadilan. Kalau kurang cukup lagi, kita tambah 30 hari lagi. Jadi gak usah buru-buru, sabar,” tuturnya.

Sayangnya, ia juga enggan membeberkan alat bukti yang sudah dimiliki polisi. Menurut dia, polisi mempunyai ‘peluru’ yang akan dikeluarkan di Pengadilan nantinya.

“Saya tidak mau dipancing menjelaskan alat bukti. Penyidik dalam sistem peradilan kita, penyidik memiliki strategi penyidikan. Teman-teman jaksa, JPU punya strategi penuntutan. Di peradilan, hakim memiliki strategi untuk mengadili supaya dia objektif. Karena bisa jadi TSK berbohong. Nah pihak keempat, tersangka dan penasehat hukum juga punya strategi pembelaan. Peluru apa yang polisi punya, JPU punya. Salah satunya yakni bagaimana mematahkan dalil-dalil yang dimiliki penuntut. Sekarang kalau dibuka dan kita masih bertanding enam bulan ke depan, bayangkan 4 bulan maksimal di kepolisian,” jelas Kapolda.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge