0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Coba Tikam Pengusaha di Komplek Mapolda, Kawanan Ini Ditangkap

Pria bertato tikam pengusaha di Mapolda Sulut (merdeka.com)

Timlo.net — ML alias Pato (38), yang berprofesi sebagai seorang sopir, terbilang cukup nekat. Bagaimana tidak, lelaki bertato warga Kelurahan Teling Bawah Lingkungan II ini melakukan tindakan percobaan pembunuhan dengan mencoba menikam JW (52), seorang pengusaha warga Desa Kalasey, saat berada di dalam kompleks Mapolda Sulawesi Utara, Rabu (3/2) kemarin, sekitar pukul 16.30 WITA.

Beruntung, saat sedang mengejar korban dengan menggunakan sebilah pisau panjang, aksinya kepergok seorang anggota polisi yang hendak beranjak pulang.

“Kejadian terjadi di lapangan Apel. Saat hendak pulang kantor, saya memergoki pelaku sedang berusaha mengejar korban dengan menggunakan senjata tajam dan langsung saya tegur. Hei, ada apa ini?” jelas saksi Kompol Macky Bawengan di SPKT Polda Sulut, Kamis (4/4).

Mengetahui aksinya tepergok, pelaku langsung mengurungkan niatnya, dan kembali ke dalam mobil Avanza hitam yang ditumpanginya.

“Enggak ada apa-apa komandan,” ujar pelaku dan langsung kembali masuk ke dalam mobil yang terparkir di halaman Apel atau tepat di depan kantor Direktorat Narkoba.

Mobil Avanza yang ditumpangi pelaku langsung mencoba kabur keluar Kompleks Mapolda. Melihat gelagat pelaku yang mencoba kabur, Kompol Macky langsung memacu sepeda motornya dan mengadang mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1428 URL tersebut di gerbang utama.

Saat itu, petugas yang berjaga pun dengan sigap membantu menghentikan kendaraan dan segera meringkus 4 orang lelaki yang berada dalam kendaraan masing-masing TJM alias Terbit (48) warga Winangun II Lingkungan V, ML alias Pato (38) warga Teling Bawah Lingkungan II, RM alias Ronald (31) warga Bumi Nyiur lingkungan II dan AL alias Andre (25) warga Teling Bawah lingkungan II.

Saat digeledah, petugas mendapati 2 buah pisau badik berukuran panjang dan pendek dari dalam kendaraan. Selain itu, botol minuman keras yang berisi sisa minuman beralkohol juga turut diamankan. Saat ini kasus tersebut sedang ditangani penyidik Subdit Jatanras Polda Sulut.

Sementara itu, Penasehat hukum tersangka Novi Kolinu dan Yantje Rumimpunu menyatakan aksi nekat yang dilakukan pelaku dilatarbelakangi masalah uang proyek. Hanya saja, mereka belum dapat memberi keterangan lebih lanjut lantaran proses hukum terhadap tersangka masih berlangsung.

“Nanti kita lihat perkembangan lebih lanjut karena proses hukum sedang berlangsung. Kami tentunya tetap menghormati proses hukum yang ada,” ujar Kolinu kepada wartawan, Kamis (4/2), di Mapolda Sulut.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge