0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Miliki KK, Pengobatan Rebo dan Aisyah Terhambat

Pj Bupati Boyolali, Sri Ardiningsih,memberikan bantuan ke penderita lumpuh, Dwi alias Rebo, warga Kedungmulyo, Kemusu, (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemkab Boyolali terus melakukan upaya agar penderita lumpuh dan hidrosefalus di Desa KedungMulyo, Kemusu, segera mendapat penangganan kesehatan. Keduanya tak kunjung mendapat penangganan medis, dikarenakan terganjal administrasi kependudukan.

“Nama mereka tidak masuk dalam Kartu Keluarga (KK), jelas ini sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Kabag Humas Pemkab Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, Kamis (4/2).

Dari temuan tersebut, akhirnya Pemkab turun tangan dengan mengupayakan pembuatan Kartu Keluarga dimana keduanya, Dwi Sugiyanto alias Rebo penderita lumpuh dan Siti Aisyah penderita hidrocepalus, bisa masuk didalamnya. Dengan adanya kelengkapan adminitrasi kependudukan ini, maka keduanya bakal memperoleh akses kesehatan seperti BPJS.

“Ini sedang kita urus, kita buatkan,” tambah Wiwis.

Sementara sebagai tindak lanjut, Dwi alias Rebo diusulkan untuk mendapatkan bantuan berupa uang bagi orang dengan kecacatan berat yaitu sebesar Rp 300 ribu rupiah perbulan dari APBN. Sedangkan Siti Aisyah, akan dirawat di Yayasan Peduli Anak-anak Penderita Hydrocefalus Anne Avantie di Semarang.

“Rebo untuk saat ini baru dapat bantuan Rp 100 ribu perbulan, sedangkan Aisyah nanti akan dilakukan scan kepala,” tambah Wiwis.

Sementara itu, pada Rabu (3/2), Pj Bupati Boyolali, Sri Ardiningsih, bersama Kepala Dinsosnakertrans Boyolali, Purwanto, mengunjungi keluarga Rebo dan Siti Aisyah. Selain sebagai wujud kepedulian, mereka juga memberikan kemudahan akses warganya untuk mendapatkan bantuan.

“Kita ingin beri semangat bagi kedua keluarga ini,” tandas Wiwis.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge