0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Beras Dapur Umum Penampungan Eks Gafatar Menipis

dok.timlo.net/nanin
Eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Persediaan beras di dapur umum penampungan warga eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali semakin menipis. Saat ini, persediaan beras tinggal mencukupi untuk dua hingga tiga hari. Sementara itu, sebanyak 730 warga eks Gafatar dari luar Jawa masih menunggu kepastian pemulangan ke daerah asal.

“Selama mereka di sini, semua kebutuhan ditanggung pemerintah,nanti kita akan tambah logistik beras,” kata Pj Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng, Petrus Edison Ambarura saat meninjau Asrama Haji Donohudan, Kamis (4/2).

Dijelaskan, sejak awal kedatangan warga eks Gafatar dari Kalimantan Barat, pihaknya telah menyiapkan 4,5 ton beras. Stok tersebut sedianya akan digunakan untuk lima hari. Namun, ternyata hingga hari ke delapan ini, masih ada 730 warga eks Gafatar yang semuanya berasal dari luar Jawa yang masih di penampungan.

“Rencananya kan hanya lima hari ditampung di Donohudan, ternyata lebih, makanya kita akan droping beras dan logistik lain,” tambahnya.

Awalnya, menurut Petrus, pihaknya sudah menyiapkan beras yang diambil dari Bulog. Namun, warga eks Gafatar menolak mengkonsumsi beras bulog karena kwalitasnya jelek. Beruntung ada pengusaha beras dari Soloraya yang mau menukar beras bulog dengan kwalitas yang lebih baik.

“Pengusaha beras itu menukarnya dengan jumlah beras bulog yang ada, sebagai bentuk kepedulian mereka,” tambahnya.

Pihaknya saat ini terus melakukan komunikasi dengan daerah luar Jawa yang warganya masih ditampung di Asrama Haji Donohudan. Komunikasi dilakukan agar mereka segera menjemput warganya. Saat ini dari 730 warga eks Gafatar yang ada dipenampungan, paling banyak berasal dari Kalimantan Barat yaitu 354 orang. Selebihnya ada dari Lampung, Sumut, Jambi dan Aceh.

“Pemkab Kalbar hingga saat ini masih belum memberikan jawaban kapan akan menjemput warga mereka,” ujarnya.

Tak kunjung dijemputnya warga eks Gafatar asal Kalbar, menurut Petrus, ada dugaan warga eks Gafatar tersebut berasal dari luar Kalbar, namun mereka sudah ber-KTP dan bermukim lama di Kalbar.

“Tapi penolakan ini nanti akan kita konsultasikan dengan Menteri Sosial,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge