0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Imlek, Kawasan Pasar Gede Diberlakukan Car Free Night

Rute penutupan jalan saat malam Tahun Baru Imlek di Solo (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal memberlakukan Car Free Night (CFN)  atau malam bebas kendaraan bermotor di kawasan Pasar Gede saat malam Tahun Baru Imlek 2567, Minggu (7/2). Pemberlakuan CFN mengingat selama ini kawasan Pasar Gede sering terjadi kemacetan saat malam Tahun Baru Imlek.

“Selama ini, saat malam Imlek kepadatan terjadi di kawasan Pasar Gede seperti Tugu Jam Pasar Gede. Beberapa hari ini, kawasan itu juga dipenuhi pengunjung yang hendak berfoto di lampion,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro saat jumpa pers di Sekretariat Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Kamis (4/2).

Lantaran diprediksi bakal terjadi kepadatan pengunjung, Dishubkominfo memilih memberlakukan CFN di malam Imlek. Kawasan Pasar Gede bakal ditutup mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Titik-titik yang ditutup antara lain perempatan Jl Jenderal Sudirman, pertigaan DenPOM, perempatan utara Pasar Gede (Jl Urip Sumoharjo), pertigaan utara Pasar Gede (Jl Suryopranoto), perempatan Warung Pelem dan pertigaan PTPN.

Baskoro melanjutkan, saat CFN diberlakukan, kendaraan dari arah Jl Slamet Riyadi yang seharusnya menuju arah Pasar Gede dialihkan di perempatan Jensud. Kendaraan bisa melalui Jl Ronggowarsito atau Jl Mayor Kusmanto yang biasanya terlarang untuk kendaraan dari arah selatan. Sementara kendaraan dari arah utara menuju Pasar Gede dialihkan mulai perempatan Warung Pelem dengan mengambil Jl Ir Juanda atau Jl Sutan Syahrir.

“Penutupan ini conditional. Artinya kita melihat situasi lalu lintas di lapangan,” ujar dia.

Adapun untuk parkir bagi pengunjung CFN, Dishubkominfo menyediakan setidaknya enam kantong parkir. Antaralain di Beteng Vastenberg, taman parkir Mayor Kusmanto, kawasan parkir Pasar Gede, Balaikota, Jl Urip Sumoharjo dan Jl Arifin. Baskoro menegaskan akan melakukan penindakan terhadap parkir di luar kantong parkir yang disediakan.

Sementara, Ketua Panitia Imlek Bersama, Sumartono Hadinoto mengatakan tahun baru Imlek bukan lagi milik warga Tionghoa, tetapi sudah menjadi milik seluruh warga masyarakat. Tahun baru Imlek juga murni kebudayaan Tionghoa dan tidak terkait dengan agama Konghucu.

“Tahun baru Imlek ini merupakan penanggalan Tiongkok yang jatuh setiap memasuki musim semi, musim bercocok tanam. Imlek dirayakan bukan untuk hura-hura tetapi semangat baru menjalani tahun baru,” ujar dia.

 

 

 

 

 

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge