0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

WHO Umumkan Virus Zika Sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat

merdeka.com
ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net—World Health Organization (WHO), Senin (1/2) mengumumkan sebuah darurat kesehatan masyarakat. Kondisi darurat ini terkait cacat lahir di antara para bayi yang ibunya terinfeksi virus Zika. Virus itu merebak dengan cepat di Brazil dan Amerika Latin sejak 2015. Dalam pengumuman itu, WHO menyatakan adanya hubungan antara masalah syaraf pada bayi dengan penyebaran virus Zika.

Dengan pengumuman ini, WHO akan bisa memakai dana darurat sebesar $15 juta untuk melawan penyebaran virus itu. Selain itu mereka juga akan mengirim pesan kepada masyarakat dunia jika virus itu harus dihadapi dengan serius.

Dr. Margaret Chan, kepala WHO, menyatakan kemungkinan dampak virus itu sebagai kejadian luar biasa dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat di wilayah-wilayah lain di dunia. Pengumuman ini dibuat Senin dalam sebuah konferensi pers dari Genewa. Ribuan kasus microcephaly yang dilaporkan di Brazil, di mana para bayi lahir dengan kepala yang lebih kecil dari bayi normal dianggap sebagai kejadian luar biasa dan sebuah ancaman kesehatan terhadap masyarakat di wilayah lain di dunia.

Chan berkata jika virus Zika berasal dari nyamuk dan dikaitkan dengan cacat lahir di Brazil dan juga di Polisenia Perancis saat terjadi wabah Zika pada 2014. Dengan mengumumkan darurat kesehatan ini Chan meminta negara-negara meningkatkan pengawasan mereka tidak hanya untuk virus itu tapi untuk kasus microcephaly dan gangguan syaraf lainnya.

Dia juga meminta adalah respon global terpadu untuk Zika. Wabah yang terjadi saat ini dialami oleh 25 negara yang terletak di Amerika Latin dan Karibia. Negara-negara baru yang terkena wabah ini termasuk Kosta Rika, Nikaragua dan Curacao bersama dengan Wilayah Samoa Amerika.

Akan tetapi WHO tidak membuat rekomendasi untuk menghindari negara-negara yang terinfeksi Zika. Chan berkata jika para wanita hamil bisa mengunjungi tempat-tempat ini jika mereka melakukan langkah pencegahan. Pakai baju lengan panjang, dan gunakan pengusir serangga terutama di siang hari saat nyamuk pembawa virus aktif.

“Hindari aktivitas outdoor. Jika Anda suka tidur siang, tidurlah di bawah jaring khusus untuk tempat tidur. Tindakan-tindakan ini bisa menjadi langkah pencegahan infeksi,” ujarnya.

Gary Whittaker, seorang ahli virus dari Cornell, berkata jika vaksin untuk Zika harus segera dibuat. “Dalam hal vaksin, kabar baiknya ada pengetahuan yang cukup terkait virus ini,” katanya.

Zika mirip dengan virus yang menyebabkan demam kuning dan demam berdarah. Whittaker berkata jika vaksin yang sudah ada untuk virus-virus itu bisa dijadikan templat untuk mengembangkan vaksin virus Zika.

“Akan ada beberapa perbedaan yang jelas karena virusnya berbeda. Tapi ada banyak informasi dasar yang bisa dikatakan siap untuk digunakan,” tambahnya.

Walaupun optimis, pengembangan vaksi memerlukan waktu dan uang. Menurut the National Institutes of Health, sebuah vaksin baru bisa menghabiskan biaya ratusan juta dollar dan perlu 15 tahun untuk dikembangkan.

Para peneliti yang sedang mengembangkan vaksin Zika berkata jika skenario terbaik yang mereka miliki adalah produk itu siap dalam waktu 3 hingga 4 tahun ke depan. Sekalipun pengumuman WHO mendorong penggalangan dana untuk penelitian, jumlah uang yang terkumpul belum sesuai dengan jumlah yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah vaksin baru.

Sumber: NPR.org

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge