0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan Soroti Limbah Pasar Ayam Semanggi

Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto (dok.timlo.net/ist)

Solo — Anggota DPRD Solo Ekya Sih Hananto mendesak  Pemkot berembug menyelesaikan masalah pencemaran di Pasar Ayam Semanggi, Pasar Kliwon. Mengingat, warga di kawasan tersebut sudah terlalu lama merasakan dampak pencemaran limbah dari pasar ayam.

“Warga sudah bosan dengan limbah di kawasan Pasar Ayam Semanggi,” kata Ekya Sih Hananto yang juga tokoh masyarakat Semanggi, Kamis (4/2).

Ia mempertanyakan kenapa masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pasar ayam berlangsung berlarut-larut. Dampaknya, polusi lingkungan di sekitar pemukiman mempengaruhi usaha pasar kambing, pasar besi tua dan Pasar Klitikan.

“Di kawasan itu juga ada sekolah, kasihan baunya sampai kemana-mana,” ujar Ekya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertan) Solo, Weni Ekayanti mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) terkait masalah IPAL pasar ayam tersebut. Menurut Weni, pasar ayam telah menjadi aset DPP sehingga penanganannya menjadi ranah dinas tersebut.

“Dulu kami sudah membangun dan sudah diserahkan ke DPP. Harusnya mereka dong yang nangani,” terangnnya.

Sebelumnya, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Solo mengklaim bahwa Dispertan yang berwenang untuk memfungsikan IPAL. Namun, hal itu ditampik oleh Dispertan. Menurutnya, BLH harus ikut ambil bagian karenan masalah IPAL berkaitan dengan lingkunkgan.

Seperti diketahui, limbah pasar ayam selama ini mengalir di saluran warga karena IPAL tak lagi berfungsi. Disamping itu, IPAL juga melebihi kapasitas sejak 2015 silam.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge