0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seribu Lebih Anggota TNI Kena HIV/AIDS

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Sebanyak 1.328 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) terjangkit HIV/AIDS. Data hingga 30 Juni 2015 lalu, tercatat 343 orang meninggal dunia.

“TNI sebagai subpopulasi dari penduduk Indonesia yang tidak terlepas dari permasalahan, seperti kasus HIV/AIDS di lingkungan TNI. Ini menjadi perhatian serius,” kata Wakil Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Guntur Wahyudi, Kamis (4/2).

Guntur menyebutkan, kasus HIV/AIDS di lingkungan TNI terus meningkat. Oleh karena itu, jika tidak ditangani secara intensif dan menyeluruh, dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesiapan TNI dalam melaksanakan tugas.

“Sebagai instansi pelayanan kesehatan di lingkungan Lantamal IV/Tanjungpinang wajib mengantisipasi permasalahan ini. Dengan melakukan kegiatan preventif berupa penyebaran informasi tentang HIV/ AIDS, serta pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya yang secara paralel juga meningkat jumlah kasusnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, HIV/ AIDS masih merupakan masalah penting di bidang kesehatan masyarakat. Karena jumlah kasus yang dilaporkan dari tahun ke tahun masih terus meningkat.

“Menurut laporan Dirjen P2PL Kemkes RI, hingga 31 Maret 2015 telah tercatat 179.775 kasus HIV/AIDS di Indonesia, dengan rincian HIV positif sebanyak 167.350 kasus dan AIDS sebanyak 66.855 kasus. Jumlah kasus sesungguhnya tentu lebih besar dari yang dilaporkan mengingat adanya fenomena gunung es,” kata Guntur.

Mencermati perkembangan tersebut, TNI AL dengan dukungan berbagai pihak telah melaksanakan upaya pencegahan secara intensif, pendeteksian kasus HIV/AID secara dini, dan peningkatan akses layanan perawatan.

Selain itu, TNI AL juga melakukan pengobatan, serta terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anggota TNI.

Pelatihan Peer Leader HIV/AIDS yang diikuti sebanyak 40 anggota TNI AL di Markas Lantamal IV Tanjungpinang, merupakan bagian dari upaya penanggulangan HIV AIDS yang menggunakan pendekatan perubahan perilaku, dan dilanjutkan dengan upaya penatalaksanaan penderita.

Selama dalam pelatihan para peserta dibekali dengan pengetahuan yang terkait dengan pencegahan HIV. Selain itu, keterampilan untuk mengomunikasikan pengetahuan yang didapat kepada rekan kerja dan anak buah di satuan masing-masing, juga dilakukan dalam pelatihan itu.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge