0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiap Bulan, 500 Penderita Kanker Berobat ke RSUD Dr Moewardi

dok.timlo.net/daryono
Pengurus YKI Solo menunjukkan buku pengetahuan kanker (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Meski sosialisasi penyakit kanker sering dilakukan, jumlah penderita kanker masih tergolong tinggi. Di RSUD Dr Moewardi, jumlah penderita kanker yang berobat mencapai 500 orang lebih setiap bulan.

“Di RSUD Dr Moewardi, pasien kanker sebanyak 500 orang lebih setiap bulannya. Tertinggi memang kanker serviks dan kanker payudara,” kata Pejabat Humas RS Dr Moewardi, dr Elysa, saat ditemui di aksi peringatan Hari Kanker Sedunia, di bundaran Gladak, Solo, Kamis (4/1).

Angka 500 pasien kanker setiap bulan, lanjut dr Elysa, tergolong tinggi. Peningkatannya mencapai 50 persen. Namun, angka tersebut bisa juga dipicu oleh beberapa hal, seperti pasien lama yang berhenti berobat kemudian berobat lagi dan perubahan mekanisme berobat menggunakan kartu BPJS dimana penanganan kanker hanya dilakukan di rumah sakit tipe A.

“Bisa juga ada beberapa penderita yang berhenti berobat, tidak melanjutkan pengobatan atau dulu yang sudah ditemukan kanker kemudian berhenti berobat baru kelihatan sekarang terus berobat lagi. Tetapi sebetulnya kasus-kasus kanker itu sudah banyak. Di sisi lain, saat ini pengobatan dengan BPJS hanya fokus di RS tipe A. Itu mungkin meningkatkan  kunjungan ke rumah sakit,” beber dia.

Ditanya apakah tingginya penderita kanker lantaran kurangnya sosialisasi, Dr Elysa menilai sosialisasi sudah cukup disampaikan ke masyarakat. Setiap tahun, saat Hari Kanker Sedunia, aktivis peduli kanker juga turun mensosialisasikan pencegahan kanker ke masyarakat. Tingginya penderita kanker lebih disebabkan gaya hidup modern dan perilaku hidup tidak sehat. Semisal kurang menjaga kebersihan serta berganti-ganti pasangan.

Selain itu, lanjut dr Elysa, tingginya penderita kanker juga dipicu deteksi kanker yang terlambat. Jika deteksi kanker lebih awal, penyembuhan penyakit kanker bisa lebih optimal.

“Rata-rata yang kita temukan stadiumnya sudah agak lanjut sehingga pengobatannya tidak bisa optimal,” ujar dia.

 

 

Editor : Daryono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge