0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepastian Keracunan Cilok Masih Tunggu Hasil Laboratorium

timlo.net/agung widodo
Tim identifikasi Polres Sragen memeriksa para siswa korban keracunan cilok (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Keracunan makanan yang dialami enam siswa sekolah dasar (SD) Negeri Kebonromo 2, Kecamatan Ngrampal masih terus ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen. Petugas dinkes telah mengambil sampel dari sisa cilok yang dimakan para siswa itu.

“Sampel itu nantinya untuk diuji di laborat. Baik sampel cilok bekas makanan siswa atau cilok yang ada di penjualnya semua kita ambil,” kata Kepala Puskesmas Ngrampal, Ani Afifah kepada wartawan, Rabu (3/2).

Ani menjelaskan, setelah memakan jajanan cilok itu, para siswa mengalami gejala muntah dan nyeri perut. Sebanyak enam dari sembilan siswa yang dibawa ke Puskesmas terpaksa diinfus lantaran mengalami dehidrasi.

“Kita belum bisa memastikan, karena yang namanya keracunan itu khan makanannya bisa terkontaminasi apa pun, jamur dan zat lain. Diduga memang habis makan cilok, tapi jelasnya nanti menuggu hasil uji laborat,” jelas Ani.

Sementara kasus yang diduga keracunan cilok ini juga telah ditangani pihak kepolisian. Kapolres Sragen AKBP Ari Wibowo langsung meninjau korban keracunan di Puskesmas Ngrampal didampingi Kapolsek Ngrampal AKP Budiyono dan tim identifikasi Polres Sragen. Mereka juga meninjau di lokasi SD Negeri Kebonromo 2.

“Penjual cilok itu masih kita cari. Kata para korban penjualnya baru pertama kali itu jualan di sekolah,” kata AKP Budiyono.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge