0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peternak Sapi Perah Selo Genjot Produksi

timlo.net/nanin
Peternak sapi perah Desa Samiran berupaya meningkatkan produksi susu sapi dengan menciptakan bibit unggul (timlo.net/nanin)

Boyolali — Peternak sapi perah di Desa Samiran, Selo, mulai meningkatkan produksi susu. Salah satu upaya yakni dengan menciptakan bibit sapi perah yang berkwalitas.

“Kita berupaya mengembalikan Boyolali sebagai Kota Susu, bukan Boyolali Kota Soto,” kata Ketua Ketua Kelompok Usaha Peternakan Terpadu (KUPT) Sido Maju Desa Samiran, Kecamatan Selo, Suyud, Rabu (3/2).

Produksi susu di Desa Samiran, saat ini perhari menjadi 800 liter perhari, sedangkan sebelumnya hanya 200-300 liter perhari. Dijelaskan Suyud, target produksi susu sapi bisa meningkat 25 persen sehingga nantinya Boyolali bisa menjadi penopang swasembada susu nasional.

Sayangnya, upaya menambah populasi sapi perah berkualitas menemui banyak kendala. Usaha pembibitan sapi tidak menarik secara bisnis karena efisiensinya rendah dengan jangka pengembalian modal yang panjang dibandingkan dengan sapi potong.

“Kita berupa memberi kredit permodalan,pembibitan dan subsidi pakan dan edukasi ke peternak agar tidak menjual sapi pedhet,” ujar Deputi Ekonomi Moneter Bank Indonesia Solo, M Taufik Amrozy, disela-sela meresmikan Kandang Komunal Pembibitan Sapi Perah Desa Samiran.

Dijelaskan, peternak sapi perah di Samiran telah memanfaatkan kredit usaha peternakan sapi (KUPS) sejak 2014. BI melalui konsultan keuangan mitra bank (KKMB) telah memfasilitasi peternak untuk mengakses KUPS dari perbankan. Kala itu, peternak mendapat pembiayaan hingga Rp 980 juta dan memperoleh induk sapi perah sebanyak 49 ekor. Saat ini, 49 ekor itu sudah bertambah populasinya menjadi 102 ekor.

“Ini upaya kami untuk membantu pemerintah dalam swasembada pangan dibidang persusuan,terutama agar susu nasional agar jangan import,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge