0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menag : Kuota Haji Harus Digunakan oleh Haknya

Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan kuliah umum Keselamatan dan Kesejahteraan Jamaah Haji di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) (timlo.net/eko prasetyo)

Solo — Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kuota haji di Indonesia harus digunakan oleh mereka yang memiliki hak. Sehingga baik itu pejabat sekalipun, meski ada kuota haji yang kosong tidak diperkenakan untuk menggunakannya.

“Terkadang saat melakukan pelunasan, ada beberapa yang tidak bisa karena suatu hal. Ada yang sakit sehingga harus gagal berangkat, ada yang meninggal dan alasan lainnya, sehingga ada sekitar 10.000 kuota haji yang kosong,” kata Lukman saat memberikan kuliah umum Keselamatan dan Kesejahteraan Jamaah Haji di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (3/2).

Untuk mengatakasi kekosongan tersebut, maka dari Kemenag akan memprioritaskan mereka yang sudah lanjut usia dengan kriteria yang sudah berumur 75 tahun ke atas. Karena jumlahnya mencapai 7.000 an. Kemudian setelah Lansia, diprioritaskan yang mahromnya misal suami istri yang terpisah, lalu yang gagal berangkat tahun sebelumnya.

“Jadi kekosongan kuota diberikan kepada yang berhak dengan prioritas di atas. Meski ada kecaman dari berbagai pihak terkait dengan aturan kuota yang kosong harus diberikan kepada yang berhak, namun ini tetap harus dilakukan demi penyelenggaraan haji yang lebih baik,” imbuh Lukman.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge