0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Keracunan Cilok, 6 Siswa SD Dirawat Intensif

dok.timlo.net/agung widodo
iswa yang mengalami keracunan dirawat di Puskesmas Ngrampal (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sebanyak 6 siswa sekolah dasar (SD) Negeri Kebonromo 2, Kecamatan Ngrampal, Sragen diduga keracunan jajanan cilok. Mereka mengalami mual, pusing dan muntah-muntah setelah menelan cilok atau pentol di sekolah mereka.

“Awalnya anak-anak pagi sebelum masuk kelas jajan cilok, memang biasanya ada penjual jajanan sebelum masuk. Terus mereka merasa mual, sakit perut,” kata Wakil Kepala SDN Kebonromo 2, Sugiyarto saat ditemui wartawan di Puskesmas Ngrampal, Rabu (3/2).

Sugiyarto menerangkan, pihaknya langsung membawa para siswa ke Puskesmas Ngrampal untuk mendapat penanganan secepatnya. Sebanyak 6 siswa terpaksa mendapat perawatan serius dan ditempatkan di ruang observasi Puskesmas.

Diungkapkan, memang biasanya di sekolah setempat setiap pagi ada banyak pedagang, termasuk penjual cilok. Tapi dari pengakuan para siswa, cilok yang mereka beli berasal dari pedagang yang baru pertama kali datang. Sebelumnya pedagang itu belum pernah berjualan di SDN Kebonromo 2.

“Kata anak-anak pedagang itu baru sekali dagang di situ. Pedagang cilok yang biasanya waktu itu belum datang,” ujarnya.

Siswa yang jajan cilok itu antara lain, Raihan (8), Rafid (8), Vando (8), Kesya (8), Rizal (8), Widya (8), Seven (8), Salsabila (8) dan Deka (7). Semuanya berasal dari Desa Kebonromo, Ngrampal.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge