0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Charity Game Garuda Merah Vs Garuda Putih

Solidaritas Demi Kesembuhan Pesepakbola

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Para pemain, pelatih, dan penggagas Charity Game Garuda Merah kontra Garuda Putih (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Stadion Manahan, Solo akan menjadi saksi rasa kepedulian bagi pesepakbola nasional Indonesia yang mengalami cedera berkepanjangan, Kamis (4/2) sore. Sejumlah pemain dan mantan pesepakbola negeri ini sedang berjuang melawan kondisi sakit yakni Alvin Tuassalamony, Muhammad Nasuha, Abdul Rahman Lestaluhu, dan eks legenda sepak bola Indonesia Sofyan Hadi.

Gilbol Indonesia pun kembali mewujudkan gagasan menggelar sebuah pertandingan amal untuk membantu kesembuhan empat insan sepak bola Tanah Air tersebut. Kegiatan serupa pernah dilakukan pada tahun 2010 silam yang diperuntukkan kepada almarhum Lucky Akub Zainal dan Rusdi Bahalwan.

Puluhan pesepakbola yang kini malang-melintang di Indonesia, dikumpulkan oleh Gilbol untuk bertanding sekaligus aksi penggalangan dana demi kesembuhan pemain yang tengah sakit. Kali ini, dua pertandingan akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Solo dan Sleman.

Pemain-pemain eks Timnas dipastikan hadir tampil di Manahan besok sore. Mereka antara lain Hasyim Kipuw, Rudi Widodo, Eka Ramdhani, Ramdani Lestaluhu, Dinan Javier, Samsul Arif, Andritany, Yanto Basna, Muhammad Ridhuan, serta duo Persis Solo, Dedi Cahyono dan Ferryanto.

Pelatih Daniel Roekito dan asisten Agung Setyobudi akan memimpin untuk Garuda Merah. Sementara Garuda Putih akan dipimpin Isman Jasulmey dan Widyantoro. Ketua panitia penyelenggara, Yon Moeis menuturkan Charity game kali ini diwujudkan untuk membantu kesembuhan Alvin Tuassalamony, Nasuha, Abdulrahman Lestaluhu, dan eks legenda sepak bola Indonesia, yakni Sofyan Hadi.

“Sejumlah nama seperti Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim sebenarnya kami undang, tapi manajemen klub mereka belum memperbolehkan,” beber Yon dalam konferensi pers di Fave Hotel Solo, Rabu (3/2) siang.

“Empat pemain Semen Padang juga sempat kami ajak, tapi mereka minta adanya pertanggungjawaban cedera. Namun lagi-lagi ternyata tadi pagi mendapat jawaban tidak disetujui manajemen klub. Sementara Ponaryo Astaman dan Bambang Pamungkas sudah kami ajak untuk memeriahkan, tapi keduanya juga tidak bisa bergabung,” imbuh Yon Moeis.

Rekan sesama pesepakbola serta pelatih dalam laga amal ini turut memberikan komentarnya dalam aksi solidaritas besok. “Cedera adalah periode buruk bagi pemain, setidaknya bisa berpartisipasi dan membantu teman-teman,” ujar striker Arema, Syamsul Arif.

“Ini bisa menjadikan motivasi bagi teman-teman. Pengalaman saya cedera di Malaysia tapi ditanggung klub. Saya senang dan bangga bisa ikut membantu,” kata pemain senior Indonesia, Ellie Aiboy.

“Saya pernah jadi pemain dan cedera ligamen sungguh sakit. Bisa berkecimpung di laga amal ini saya pribadi sangat senang dan bangga bisa membantu,” tambah Daniel Roekito.

“Laga amal ini punya ekspektasi luar biasa, melebihi mengantarkan tim juara. Bagaimana peduli dengan sesama, kembali memotivasi pemain yang cedera. Ini bisa menunjukkan kepada negara agar mereka ini bisa diperhatikan lagi,” jelas Isman Jasulmei.

Sementara legenda bulutangkis Indonesia, Haryanto Arbi ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini pun ingin turut serta membantu sesama insan olahraga yang sedang diterpa kesulitan yakni cedera. “Ide ini positif sekali, karena bisa ikut peduli dengan teman-teman atlet yang mengalami cedera. Meski saya bukan sepak bola tapi badminton, tapo ikut tergerak untuk ikut pertandingan amal,” ujar Haryanto Arbi.

Sementara dalam laga besok, pihak Panpel pertandingan yakni Pasoepati akan menyediakan 15 ribu lembar tiket dengan variasi harga Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 30 ribu. “Sekali-sekali Pasoepati nonton bola sambil ikut beramal,” ujar Wapres DPP Pasoepati, Ginda Ferachtriawan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge