0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Bah Terjang Desa, Tiga Warga Nyaris Terseret

merdeka.com
Ilustrasi Banjir (merdeka.com)

Timlo.net — Usai hujan lebat yang mengguyur kabupaten Karangasem, secara tiba-tiba luapan air bah menggulung wilayah Desa Perasi. Puluhan rumah nyaris terendam, tiga orang warga sempat hanyut namun berhasil diselamatkan.

“Kejadiannya tiba-tiba pak. Hujan sudah reda, masih gerimis. Itu setelah hujan lebat sejak pagi, tiba-tiba air bah muncul suaranya gemuruh,” ungkap Putri, seorang remaja putri di desa itu, Selasa (2/2) dari Karangasem, Bali.

Katanya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita, diperkirakan luapan air berasal dari sungai Tulad Belulang Yeh di Desa Perasi.

“Ada sekitar 1 meter lebih tinggi airnya, deras sekali mengalir,” ungkap Putri.

Bahkan kabar lain menyebutkan, Ni Ketut Sukerti (33) mengendarai sepeda motor Honda Supra X DK 3579 SJ dengan membonceng dua rekannya Nyoman Parwati dan Suratni. Mereka nyaris hanyut terbawa derasnya arus air dari luapan sungai.

Saat itu, Sukerti yang melintas di jembatan pendek di sungai tersebut, kaget melihat air tiba-tiba naik begitu cepat dan menerja motor yang dikendalinya. Menyadari akan hal yang membahayakan, dirinya bersama dua rekannya memilih turun dari motor.

Dan benar saja secepat kilat air bah menghanyutkan sepeda motornya. Untungnya ketiganya tersangkut di dahan pohon besar sambil berpelukan. Namun, Suratni sempat terseret arus, kendati Sukerti sempat meraih tangan Parwati namun terlepas. Beruntung ada warga lain yang ada di lokasi langsung bergerak menyelamatkan.

Sementara itu, sejumlah anggota dari BPBD Karangasem yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan penyisiran untuk mencari motor korban yang hanyut, setelah hampir dua jam melakukan pencarian, motor tersebut akhirnya berhasil ditemukan.

“Tidak ada korban jiwa, hanya motor korban yang terseret arus dan bisa ditemukan oleh anggota kami sekitar 200 meter dari lokasi kejadian,” kata Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Selasa (2/2).

Menurut Ida, banjir tersebut terjadi karena adanya penyempitan dan pendangkalan aliran sungai. Selain air bah di Perasi, ada juga lima kejadian lainnya yakni, seperti pohon tumbang di jalur Sanghyang Ambu, Bugbug, dan beberapa kejadian tembok senderan jebol di wilayah Timbrah dan Desa Asak, Pertima, Karangasem.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge