0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Genangan Air di Luweng Diprediksi Naik, Relawan Siaga

Luweng mampet lahan pertanian warga dan jalan terendam (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Sejumlah relawan BPBD Wonogiri bersiaga Dukuh Tameng, Desa Girikikis, Giriwoyo. Sebab ketinggian genangan air di luweng (saluran air sungai bawah tanah – Red) diperkirakan bakal naik apabila curah hujan tinggi. Bahkan pada Senin (1/2) malam ketinggian air sempat naik.

“Sebenarnya air tidak sampai masuk ke pemukiman, hanya saja akses jalan tertutup genangan selutut orang dewasa,” ujar Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, Selasa (2/2).

Dikatakan, akibat genangan tersebut tujuh kepala keluarga (KK) atau 20 jiwa terisolasi. Karena sumbatan di luweng belum bisa diatasi, kemungkinan besar ketinggian air akan naik jika hujan deras kembali turun di kawasan tersebut. Informasi terakhir, ketinggian air genangan mencapai 43 centimeter.

“Untuk mengatasi sumbatan yang ada di luweng, kondisinya masih terlalu berbahaya. Material tanah dan sampah kayu menutup bagian dalam luweng sehingga menyumbat aliran air,” jelasnya.

Camat Giriwoyo, Sariman mengatakan, selain memutus akses jalan, genangan air juga merendam sejumlah lahan pertanian, seperti padi jagung kedelai masih terendam air. Jika air tidak lekas surut, kemungkinan terburuk, tanaman itu akan membusuk dan petani mengalami kerugian.

“Ada 16 hektar lahan yang terendam air, ada padi, jagung, kacang dan kedelai, ” katanya.

Terkait warga yang masih terisolasi, pihak BPBD dan Pemerintah Kecamatan sudah membujuk warga untuk dievakuasi ditempat yang lebih aman. Namun, warga menolak karena tidak mau meninggalkan harta benda mereka.

“Sudah disediakan perahu dari BPBD, tapi warga tidak mau dievakuasi, ” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge