0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eks Anggota Gafatar Berharap Pemerintah Beri Ganti Rugi

timlo.net/nanin
Eks Anggota Gafatar saat menerima pengarahan dari anggota TNI (timlo.net/nanin)

Boyolali — Eks anggota Gafatar yang masih berada di Penampungan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, berharap pemerintah mau menganti rugi aset mereka yang masih berada di Kalimantan Barat. Uang ganti rugi tersebut nantinya akan digunakan sebagai modal sekembali ke kampung halaman.

“Paling tidak Pemerintah mau membayar tanah dan aset kami sebanyak yang kami bayar,” kata Siti Aminah (48) eks anggota Gafatar asal Lampung, Senin (1/2).

Diceritakan Siti, dirinya berangkat ke Kalimantan Barat bersama sang suami dengan bekal Rp 185 juta. Uang tersebut didapat dari hasil menjual sawah dan kebun. Sesampai di Kalbar, uang yang dia bawa digunakan untuk membeli lahan pertanian, rumah, traktor dan hewan ternak. Sayangnya, belum genap satu bulan mengolah tanahnya, Siti bersama ribuan eks anggota Gafatar dipaksa mengungsi ke Jawa.

“Kita hanya punya waktu beberapa hari untuk menjual aset, rumah dan lahan pertanian disana belum sempat dijual,” tambahnya.

Senada juga diungkapkan, Zaenudin (40), eks anggota Gafatar asal Sumatera Utara (Sumut). Mayoritas eks anggota Gafatar sudah tidak memiliki harta benda di kampung karena sudah dijual untuk modal hidup dan bertani di Kalimantan. Uang ganti rugi aset di Kalimantan diperlukan untuk memulai kehidupan lagi dari nol. Zaenudin sendiri pergi ke Kalbar bersama istri dan empat anaknya dengan membawa uang Rp 40 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli lahan pertanian di Kalbar.

“Tidak tahu bagaimana kondisi aset kami di sana sekarang, kami sama sekali tidak tahu,” imbuhnya pasrah.

Keluhan Siti dan Zaenudin juga dirasakan ribuan eks anggota Gafatar lainya yang terpaksa dipulangkan ke tempat asal. Hampir semuanya sudah tidak memiliki harta benda di tempat asal. Sebagian diantaranya terpaksa tinggal bersama famili di kampung halaman.

Terpisah, Kasubbid Pemilu, Pendidikan dan Budaya Politik Kesbangpol Linmas Jateng, Haerudin mengungkapkan, saat ini masih ada 770 eks anggota Gafatar yang berada di penampungan. Diantaranya, dari Kalbar sebanyak 347 orang, Lampung 166 orang, Sumut 126 orang, Kalteng 10 orang, Papua 5 orang, Riau 4 orang, Sulsel 8 orang, Sultra 2 orang, Jambi 3 orang, dan Bangka Belitung 5 orang. Kemudian dari wilayah DIY 36 orang, DKI 10 orang, Jabar 11 orang, Slawi 1 orang dan Cilacap 2 orang.

“Yang dari Jawa Tengah hampir seluruhnya sudah dijemput pemerintah asal,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge