0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Imlek, Panen Buah Naga Merosot

dok.timlo.net/nanin
Tanaman buah naga (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Permintaan buah naga terus mengalami peningkatan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Sayangnya hasil panen mengalami penurunan akibat cuaca ekstrim dan sisa abu Gunung Kelud. Kondisi ini membuat petani buah naga terpaksa menolak permintaan pasar.

“Tahun kemarin (2015) dari 400 tiang pohon bisa menghasilkan 30 ton, tapi panen kali ini paling hanya bisa menghasilkan 20 ton saja,” kata Yayuk Tutik Supriyanti, pemilik kebun buah naga, Desa Tawangsari, Teras, Boyolali, Senin (1/2).

Dijelaskan, untuk abu Gunung Kelud yang terjadi setahun lalu, hingga saat ini imbasnya masih dirasakan para petani buah naga. Abu Gunung Kelud yang masih menempel dibatang pohon mengakibatkan batang menjadi kering dan membusuk. Selain itu, juga mengakibatkan produksi buah mengalami penurunan.

“Biasanya satu tiang bisa menghasilkan 40 sampai 50 buah, tapi kini paling hanya 20 buah saja,” tambahnya.

Selain itu, menurut Wabuhyuni, pengelola kebun buah naga, musim panen tahun ini lambat. Bahkan, buah yang masak tidak bisa bersamaan. Akibatnya banyak buah yang merekah karena tidak kunjung dipanen. Biasanya, awal bulan Januari, buah naga sudah panen. Namun kali ini, pertengahan bulan Januari baru bisa panen.

“Kalau yang sudah merekah sudah tidak laku dijual,ya terpaksa dikonsumsi sendiri,” tambahnya.

Beruntung harga jual buah naga untuk jenis super red saat ini masih tinggi. Bahkan lebih mahal dibandingkan panen tahun lalu. Saat ini buah naga super red perkilonya ditingkatkan petani dijual Rp 13 ribu, tahun lalu hanya Rp 9 ribu. Panen buah naga sendiri diperkirakan akan berlangsung hingga bulan April mendatang.

“Harapan kami harga tetap stabil hingga akhir masa panen,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge