0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Pelaksanaan Peringatan Haul Habib Ali

Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (dok.timlo.net)

Solo — Ribuan jamaah nampak khusuk mengikuti pelaksanaan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi di kompleks area Masjid Ar Riyadh, Pasar Kliwon, Minggu (31/1) pagi. Jamaah yang berasal dari berbagai daerah tersebut rela berdesak-desakan dengan jamaah lain, untuk mendengarkan riwayat syiar dan dakwah ulama besar asal Hadramaut (Yaman) itu.

Informasi yang dihimpun Timlo.net menyebutkan, Habib Ali adalah seorang ulama besar yang terkenal dengan akhlaq mulia dan kedermawanannya. Disamping itu, beliau juga merupakan pendiri pusat pendidikan Islam pertama di Hadramaut (Yaman). Setelah bertahun-tahun berdakwah di negeri tersebut dirinya menghasilkan santri-santri yang menyebar ke berbagai negara. Beliau wafat pada tahun 1330 H dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Hadramaut (Yaman).

Hingga akhirnya, salah seorang putera Habib Ali yakni Habib Alwi, yang hijrah ke Indonesia untuk berdakwah, mendirikan Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo. Kemudian setelah wafat, perjuangan dakwahnya dilanjutkan oleh puteranya Habib Anis, yang juga telah wafat pada tahun 2006 silam.

“Habib Anis ini lah yang pertama kali mengadakan acara Haul Habib Ali di Masjid Riyadh,” kata Mustofa Mulahela, kepada wartawan, Minggu (31/1).

Salah satu karya Habib Ali yang populer dan sering dibaca dalam banyak majlis maulid di Indonesia, yakni Kitab “Maulid Simtuddurar”, yang berisikan sejarah dan penjelasan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW. Selain itu, beliau adalah sosok ulama yang alim. Hingga santri-santrinya menyebar ke berbagai pelosok penjuru dunia, salah satunya Indonesia.

“Santrinya sudah puluhan ribu tersebar di seluruh penjuru dunia,” terang pria yang tak lain cucu dari Habib Anis tersebut.

Tak hanya di Indonesia, perayaan Haul Habib Ali juga diperingati di sejumlah negara yang menjadi penyebaran islam. Diantaranya, Singapura, Inggris, Abu Dhabi, Yaman, Jeddah, ataupun Afrika.

Di Indonesia, lanjut Mustafa, kebanyakan jamaah mengetahui bahwa kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Haul Habib Anis bin Alwi bin Ali Al Habsyi. Padahal sebenarnya yang diperingati itu meninggalnya kakeknya Habib Anis yaitu Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi. Karena waktu jamannya Habib Anis, Haul Habib Ali cukup berkembang sampai beberapa daerah di Indonesia, apalagi melihat sosok dan perilaku beliau.

“Banyak masyarakat yang sudah mengetahui jadwalnya. Bahkan, jauh hari sudah kesini,” katanya.

Pantauan di lapangan, usai mengikuti peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi, para jamaah bersantap menu nasi kebuli. Nasi tersebut terasa khas lantaran berwarna kuning campuran dari kuah gulai kambing dan diberi potongan daging.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge