0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBWSBS Temukan 30 Titik Tanggul Kritis Sungai Dengkeng

timlo.net/aditya wijaya
Warga dan sejumlah relawan BPBD Klaten bergotong royong memasang karung pasir di tanggul Sungai Jolontoro, anak Sungai Kali Dengkeng, di Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno, Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Puluhan titik tanggul kritis berada di sepanjang aliran sungai Dengkeng yang membentang Kabupaten Klaten. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Setelah kami survei sedikitnya ada 30 titik kritis,” kata Staf Operasi dan Pemeliharaan BBWSBS, Samsi, saat ditemui di tanggul Sungai Dengkeng di Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Minggu (31/1).

Menurut dia, titik kritis didominasi tanggul longsor yang terkikis diterjang limpahan air. Selain itu, tanah di tebing tanggul dikeruk untuk dijadikan bahan membuat batu bata. Maka pihaknya menerjunkan alat berat (ekskavator) dan disiapkan bronjong guna normalisasi tanggul.

“Kalau hanya menangani tanggul saja tidak sekalian normalisasi ya percuma karena sedimentasi cukup tebal. Namun begitu, tidak semuanya bisa langsung ditangani, ada prioritasnya yang kami koordinasikan juga dengan Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Klaten. Untuk yang darurat pakai karung pasir,” imbuh Samsi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) DPU ESDM Klaten Pramana Agus Wijanarka. Puluhan titik tanggul kritis di sepanjang sungai Dengkeng itu terletak berada di empat kecamatan, yakni Gantiwarno, Bayat, Wedi, dan Juwiring.

“Selain pengerukan sedimentasi, normalisasi juga dilakukan dengan membabat tanaman liar yang tumbuh di badan sungai, serta mengeruk sampah,” ujar Pramana.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge