0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peduli Klaten Gelar Aksi Gerakan Pilah Sampah

timlo.net/aditya wijaya
Pegiat Peduli Klaten menggelar aksi Gerakan Pilah Sampah di arena Car Free Day (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Beragam komunitas yang tergabung dalam Peduli Klaten menggelar aksi Gerakan Pilah Sampah disela-sela ajang Car Free Day (CFD) Klaten, Minggu (31/1) pagi. Pasalnya, Klaten menyandang darurat sampah dengan indikasi tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) yang memadai.

“Kami ingin mengajak masyarakat, terutama mendidik anak-anak agar peduli kepada lingkungan sekitar,” kata koordianator aksi, Muhammad Ansori.

Aksi tersebut dimulai di simpang lima Plaza Matahari Klaten atau ujung Jalan Pemuda Klaten, dengan tampilan musikalitas perkusi dari anak-anak Sanggar Lare Mentes. Mereka bermain alat musik jimbe dengan dikelilingi sejumlah bronjong bambu bertuliskan organik dan non organik yang difungsikan sebagai tempat membuang sampah.

Sebelum bronjong diarak oleh komunitas lainnya seperti, Komunitas Anak Cinta Lingkungan (Kancing) dari lereng Gunung Merapi, kelompok difabel Klaten, Sanggar Kandang Luak, dan sebagainya, Ansori mengajak cuci muka. Aksi membasuh wajah itu menggunakan air tiga warna yang terbuat dari rendaman beras kencur, daun pepaya, dan arang sebagai simbol kotornya sampah.

“Gerakan pilah sampah di CFD ini sebenarnya hanya menjadi pemantik. Bila pemilahan sampah bisa bergulir jauh, mulai dari keluarga, desa, kecamatan, bukan tidak mungkin beban sampah di Klaten bisa diminimalisir. Padahal beban sampah sekitar 120 ton per hari, sementara Klaten tidak ada TPA yang memadai,” imbuh Ansori.

Sementara, salah seorang praktisi sampah, Agus Black mengatakan, kesulitan utama pengolahan sampah memang terletak di hulu atau pada masyarakat sebagai produsen sampah. Padahal pengolahan sampah harus dimulai dari pemilihan antara organik dan non organik.

“Dengan gerakan pilah sampah, upaya pengolahan sampah akan sangat terbantu. Dan semoga upaya serta gerakan ini mampu meminimalisir beban sampah di Klaten,” katanya disela-sela aksi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge