0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepala Basarnas : Dengan Sinergitas Yang Kuat Semua Akan Mudah

timlo.net/nanang rahadian
Kepala Basarnas Marsma FHB Soelistyo menaiki kendaraan amphibi (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Badan SAR Nasional (Basarnas) terus menguatkan sinergitas dengan unsur-unsur terkait. Terutama empat unsur utama dalam penanganan bencana yakni Basarnas, Pemerintah setempat, TNI/Polri, dan unsur potensi SAR dari masyarakat.

“Unsur-unsur itu pilar utama penanganan bencana. Dengan sinergitas yang kuat, saya kira jika ada bencana atau ada hal-hal yang tidak baik akan lebih mudah mengatasinya,” ucap Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI F.H Bambang Soelistyo di sela-sela acara Jambore Potensi SAR Soloraya, yang digelar di Basarnas Pos Surakarta, Sabtu (30/1).

Ia mengatakan sinergi dengan Komunitas Relawan Masyarakat itu menjadi hal yang dititik beratkan. Menurutnya jumlah anggota relawan yang jumlahnya puluhan ribu orang sangatlah penting dalam operasi SAR Skala Besar. Komunitas itu nantinya secara sukarela akan membantu Basarnas dalam membantu masyarakat saat operasi SAR berlangsung.

“Jawa Tengah itu gudangnya relawan, setidaknya ada puluhan ribu relawan yang berasal dari wilayah ini dan sebagian besar mereka memiliki kualifikasi,” imbuhnya.

Selain memberdayakan SDM, saat ini pihaknya mengaku telah mengembangkan peralatan untuk operasi SAR. Tahun ini menurutnya Basarnas memiliki Unamed Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak yang cukup canggih. Alat itu bisa digunakan untuk operasi SAR di lokasi yang sulit seperti hutan atau pegunungan. Sehingga sebelum anggota diberangkatkan untuk operasi SAR, pesawat tanpa awak itu sudah memberikan sejumlah informasi yang dibutuhkan.

Selain itu menurutnya saat ini Basarnas juga memiliki peralatan untuk eksplorasi bawah air. Alat yanh dilengkapi dengan kamera dan sistem navigasi canggih itu bisa diandalkan untuk operasi SAR di tengah laut lepas. Pemanfaatan teknologi ini menurutnya menjadi penting mengingat Indonesia memiliki perairan yang cukup luas.

“Saat pesawat Air Asia jatuh beberapa waktu lalu kita belum memiliki alat tersebut, nah belajar dari pengalaman yang ada saat ini alat sudah siap dan bisa dioperasikan sewaktu-waktu,” ucapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge