0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pakar Psikologi Forensik Ragu Jessica Bunuh Mirna

Jessica Kumala Wongso ditangkap di hotel (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka atas meninggalnya Wayan Mirna Salihin. Mirna tewas beberapa waktu lalu usai minum kopi di salah satu pusat perbelanjaan, Jakarta.

Namun, Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri berkeyakinan pembunuh Mirna bukan Jessica. Karena, bahan kimia sianida yang digunakan pelaku sebagai racun untuk menghabisi nyawa korban biasa digunakan seseorang untuk membunuh dengan motif kekuasaan, politik dan menutupi skandal.

“Tidak (Jessica). Pembunuhan dengan sianida bukan karena amarah atau sakit hati tapi lebih pada isu-isu yang lebih tinggi, entah itu karena persaingan bisnis, apa itu untuk menutupi skandal, untuk menghabisi lawan politik, tapi tidak berkaitan dengan hati dan perasaan,” kata Reza, Sabtu (30/1).

Reza menjelaskan, jika catatan kasus pembunuhan dengan menggunakan sianida kembali dibongkar maka dapat dipastikan jumlahnya sangat sedikit. Bahkan, motif dari pembunuhan itu pun bukan karena dendam dan rasa sakit hati seseorang.

“Kalau kita buka literatur pembunuhan penggunaan sianida jumlahnya sangat sangat sangat sedikit, dari jumlah yang sangat sangat sangat sedikit itu pembunuhan dengan sianida lebih dilatarbelakangi motif yang tidak tersangkut pahut dengan hati manusia, tidak ada kebencian di situ tidak ada sakit hati di situ,” jelasnya.

Dia menilai sianida dapat dijadikan racun yang terbilang eksklusif. Sehingga menurut dia, kalau pembunuh Mirna karena bermotif dendam, seharusnya pelaku cukup menggunakan racun yang dijual di kios-kios bukan sianida.

Selain itu, Reza mengungkapkan jika sianida merupakan bahan kimia yang sulit didapat. Pasalnya, seseorang yang ingin mengakses bahan yang bisa mematikan itu perlu melewati syarat dan prosedur yang ketat. Di antaranya, si pembeli harus mengisi data diri dan memverifikasi tujuan penggunaan sianida itu.

“Penggunaan racun untuk misalkan konflik pribadi, untuk apa digunakan racun yang sebegitu eksklusif. Kalau sekedar dendam dari orang dekat cukup menggunakan racun yang bisa dibeli di kios sebelah, sementara sianida dengan penggunaan takaran 15 gram tidak mudah diakses, dan saya tidak berpikir bahwa orang dekat korban memiliki akses mendapatkan barang tersebut,” tandas Reza.

[hrs]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge