0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dipulangkan, Eks Gafatar Bingung Tak Punya Modal

foto: Agung
Salah satu eks anggota Gafatar, Sardi (40) saat turun dari bus yang membawanya dari Asrama Haji Donohudan, tiba di Kecamatan Masaran, Sragen, Sabtu (30/1) (foto: Agung)

Sragen – Sebanyak 16 orang dari 4 kepala keluarga (KK) mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berasal dari Sragen tiba di kampung halaman mereka, di Kecamatan Masaran, Sragen, Sabtu (30/1).  Mereka dijemput oleh bus milik Pemkab Sragen dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali dan dipulangkan di Desa Kliwonan, Sidodadi dan Desa Jirapan, Masaran.

Sebelumnya kedatangan belasan eks anggota Gafatar ini terlebih dahulu menuju Kantor Kecamatan Masaran. Mereka disambut Camat Masaran, Joko Suratno, Kapolsek Masaran AKP Mujiyono dan Danramil Masaran Kapten (Inf) Muayat.

Salah satu eks anggota Gafatar Sardi (40), warga Dukuh Kalitengah RT 26, Desa Sidodadi, Masaran mengatakan, meski mereka sudah kembali dikampung halamanya di Masaran, namun dia mengaku berat untuk meninggalkan tempat tinggalnya di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kalau sedikit kecewa memang ada, karena saya lebih nyaman tinggal di sana,” kata Sardi kepada wartawan.

Sardi mengaku, di Kalimantan mereka sudah bisa dikatakan hidup mapan. Pasalnya di perkampungan khusus anggota Gafatar itu mereka telah mempunyai rumah sebanyak 20 buah dengan ukuran masing 6×12 meter persegi. Selain itu mereka juga telah membuka ladang seluas 39 hektar.

“Sawah kami sebenarnya siap panen, tetapi itu semua kami tinggalkan. Karena kami disuruh meninggalkan kampung halaman di sana,” kata Sardi yang masih Nampak kelelahan.

Sardi menuturkan, setelah pulang di Masaran dia akan memulai kehidupan yang  baru baik sebagai wiraswasta atau menjadi petani. Namun dia masih bingung untuk memikirkan modalnya.

“Kalau dapat modal paling kami akan kembali bertani,” ujarnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge