0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gabung Gafatar Karena Terpikat Program Sosialnya

timlo.net/tarmuji
Subur sekeluarga diterima pihak Kecamatan Giriwoyo (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Setelah menjalani pembinaan tiga hari di asrama haji Donohudan, Boyolali, akhirnya tiga warga Wonogiri dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Giriwoyo. Mereka dijemput Sekda Wonogiri, dan Kesbangpol Wonogiri, dan diterima Camat Giriwoyo.

“Tiga warga pengikut Gafatar itu sudah tiba di rumahnya di Dusun Gluto Desa Selomarto Kecamatan Giriwoyo. Mereka satu keluarga, yakni Subur Wibowo, anak dan istrinya, dan sudah saya serahkan Camat Giriwoyo,” jelas Sekda Wonogiri, Suharno, Jumat (29/1).

Camat Giriwoyo, Sariman mengatakan telah melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat terkait kepulangan keluarga Subur. Menurut dia, warga sekitar mengaku siap menerima Subur sekeluarga kembali di tengah-tengah masyarakat.

Setibanya di kampung halamannya, Subur mengaku, mengenal Gafatar semenjak merantau di Jakarta. Bahkan, dia telah mengetahui, jika Gafatar mendapat penolakan di masyarakat. Dia menyebut, Gafatar bukanlah organisasi keagamaan.

“Tahun 2013, saya tertarik karena kegiatan sosial, budaya dan pertaniannya, kemudian saya bergabung,” ujar Subur.

Dikatakan, hingga pada 1 Agustus 2015 Gafatar membubarkan diri. Setelah itu ada survei ke beberapa daerah, dirinya hijrah ke Kalimantan. Namun, di Kalimantan mendapat reaksi yang sama pula. Masyarakat di sana menolak keberadaan aliran pengagum Ratu Adil ini.

Hingga pada akhirnya, mereka dipulangkan ke daerah asal mereka masing-masing. Dia hanya bisa pasrah, berharap pemerintah menjamin keselamatan dia dan keluarganya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge