0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Eks Anggota Gafatar Mulai Tinggalkan Asrama Haji

timlo.net/nanin
Eks anggota Gafatar yang datang Minggu dan Senin di Asrama Haji Donohudan mulai dipulangkan ke daerah asal (timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan eks anggota Gafatar mulai meninggalkan Asrama Haji Donohudan, Jumat (29/1). Kepulangan mereka dijemput pemerintah daerah asal. Mereka yang dipulangkan hari ini yang datang pada Minggu (24/1) dan Senin (25/1), dengan jumlah total 435 orang.

“Harus di jemput pemerintah daerah asal, kita buatkan berita penyerahan, baru kita ijinkan untuk dibawa pulang ke daerah asal,” kata Kepala Kesbangpolinmas Jateng, Achmad Rifai.

Dijelaskan, dari 435 eks anggota Gafatar yang dipulangkan hari ini, terbanyak berasal dari DIY sebanyak 256, Jawa Tengah 40 orang dan sisanya dari wilayah Jabar, Jatim, Bekasi, Depok dan Kalimantan. Sementara untuk warga yang dari Kalimantan, Ahmad mengaku masih mengalami kendala untuk mengembalikan ke daerah asal, pasalnya sebagian ingin tinggal di Yogjakarta atau Jawa.

“Ini masih kita carikan solusi, karena daerah yang ingin ditempati tampaknya menolak,” tambahnya.

Sementara itu, untuk eks anggota Gafatar yang tiba Rabu malam, berjumlah 1281 orang, hingga saat ini belum diperbolehkan pulang. Mereka masih dilakukan pembinaan di penampungan Asrama Haji Donohudan. Rencananya, mereka akan dipulangkan pada Sabtu-Minggu ini.

“Batas penampungan kita kan 3-5 hari, pendataan dan pembinaan selesai, baru kita ijinkan pulang,” tambahnya.

Penampungan Asrama Haji sendiri rencananya akan kembali kedatangan eks anggota Gafatar dari Kalimantan Barat sebanyak 350an orang. Mereka dijadwalkan tiba di Asrama Haji antara Sabtu- Minggu ini.

Sementara itu, Kepala Kesbagpol Pemprov DIY, Agung Supriyono, mengatakan data anggota Gafatar dari DIY terus berubah. Data terakhir hari Jumat sebanyak 256 orang. Semua anggota Gafatar dari DIY dibawa pulang menggunakan lima bus dan satu mobil milik Satpol PP Pemprov DIY mengangkut barang.

“Dari sini kita bawa ke Youth Center Sleman untuk diberikan pembinaan ,” tandas Agung.

Disisi lain, salah satu eks anggota Gafatar, Nina Istiana, asal Yogjakarta, mengaku sedih dipulangkan ke asalnya. Nina mengaku sudah tidak memiliki apa-apa lagi di Yogja. Seluruh harta bendanya sudah dijual untuk berangkat ke Kalimantan Barat, pada bulan November lalu.

“Nanti saya akan berdagang kuliner, kembali ke nol lagi,” ujarnya sambil menahan kesedihan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge