0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Romi dan Djan Faridz Jajaki Muktamar Islah PPP

DPP PPP versi Romi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Jalan penyelesaian konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui Muktamar Islah menunjukkan titik terang. Setelah Mahkamah Partai dan Senior PPP menyerukan Muktamar Islah, kubu Romahurmuziy (Romi) dan Djan Faridz bertemu untuk menjajaki kemungkinan itu.

Pertemuan digelar di kediaman Djan Faridz, Jalan Borobudur 22, Jakarta Pusat, Kamis (28/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Pertemuan berlangsung selama dua jam hingga pukul 24.00 WIB. Romi hadir bersama Emron Pangkapi. Sementara Djan Faridz ditemani Ahmad Dimyati Natakusumah dan Humphrey Djemat.

“Kita tidak ingin melihat ke belakang, kita lihat kedepan demi kepentingan bersama Kita akan mengikuti pandangan senior PPP. Yaitu islah damai dalam perbedaan pandangan. Kita datang ini dalam rangka rangka menjalankan petunjuk para senior dan putusan Mahkamah Partai,” kata Emron Pangkapi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (29/1).

Ini adalah pertemuan pertama sejak kedua kubu berkonflik. Menurut Emron, pertemuan berlangsung akrab, penuh kekeluargaan dan dikemas dengan makan malam. Pertemuan secara fisik merupakan pertama kali untuk menyelesaikan persoalan PPP. Kemudian, akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk merajut islah.

Emron menyebut pertemuan semalam inisiatifnya dengan menghubungi Djan Faridz. Usul tersebut disambut positif dan Djan Faridz bersedia menjadi tuan rumah. Namun, pertemuan tersebut belum membicarakan detail formulasi Muktamar islah. “Disepakati untuk membahas pokok-pokok islah PPP, maka akan dilakukan pertemuan lanjutan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Partai PPP hasil Muktamar VII Bandung mendorong pelaksanaan Muktamar Islah. Sebab, Muktamar Surabaya dan Muktamar Jakarta tidak sah karena melanggar AD/ART.

Anggota Mahkamah Partai dan senior PPP sudah melakukan audiensi dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Panjaitan dan Menkum HAM Yasonna H Laoly. Audiensi dilakukan untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Muktamar Islah. [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge