0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gafatar Disebut Anut Ajaran Millah Abraham, Apa Itu?

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Memasuki tahun baru 2016, masyarakat digegerkan dengan mencuatnya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang hadir dengan pemahaman yang terkesan menyimpang dari ajaran Islam. Gafatar sebelumnya disebut organisasi berbasis Islam dengan program kegiatan sosial kemasyarakatan.

Timlo.net — Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, pengikut Gafatar memiliki pemahaman tertentu yang tidak berbasis Islam. Pemahaman Gafatar merupakan penyatuan tiga ajaran, yaitu ajaran agama Islam, Yahudi dan Kristen yang kemudian dinamakan Millah Abraham.

“Mereka memiliki pemahaman tertentu di mana mereka tidak lagi menganut Islam sebagai agama awalnya karena pimpinannya menyatukan sebagian ajaran-ajaran agama Islam, ajaran-ajaran agama Yahudi dan Kristen lalu kemudian mereka namakan Millah Abraham atau agama Nabi Ibrahim,” kata Lukman di Balaikota, Jakarta, Jumat (29/1).

Pemahaman Millah Abraham, jelas Lukman tidak terdapat dalam sejarah. Berdasarkan kajian, tidak ditemukan penyatuan tiga ajaran agama.

“Sebenarnya dalam sejarah, dalam banyak kajian sepertinya tidak seperti itu tidak ada sejarah yang menyatakan seperti itu,” tegas Lukman.

Yang menjadi permasalahan hari ini, lanjut Lukman, Gafatar yang berbasis Millah Abraham ini sudah meresahkan umat muslim. Yang semula beragama muslim, kini beralih dari ajaran pokoknya.

“Karena sebagian besar pengikut gerakan ini awalnya beragama Islam lalu kemudian meninggalkan ajaran-ajaran pokok agama. Meninggalkan salat, menyatakan berpuasa tidak wajib, paham-paham lain yang tentu tidak sejalan dengan apa inti pokok dari ajaran islam sendiri,” tutupnya. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge