0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah Rusak, Pohon Ambruk

Korban puting beliung (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Angin kencang disertai hujan deras melanda Kecamatan Ngargoyoso, Tawangmangu dan Karangpandan, Rabu (27/1) sore. Akibatnya puluhan rumah rusak dan pohon-pohon tumbang. Meski tidak ada korban jiwa akibat peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Kencangnya angin membuat pohon di belakang rumah saya ambruk dan menimpa atap. Dinding rumah juga rusak tertimpa pohon,” kata Surahman, salah satu warga Segorogunung, Kamis (28/1).

Informasi yang dihimpun, sebanyak 27 rumah di lima desa di wilayah Kecamatan Ngargoyoso rusak, yakni di Desa Segorogunung, Puntukrejo, Berjo, Nglegok dan Jatirejo. Sementara di wilayah Tawangmangu ada 4 rumah dan di Mojogedang ada 6 rumah yang rusak.

Peristiwa itu juga sempat membuat panik warga. Mereka memilih keluar rumah saat kejadian berlangsung, takut jika rumahnya ambruk dan menimpanya. Hingga Kamis (28/1), warga bergotong royong membereskan sisa-sisa puing atap yang berserakan dan memperbaiki kerusakan.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Nugroho Budi Santoso, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerugian yang ditimbulkan angin puting beliung. Dia mengatakan, pada musim pancaroba, semua wilayah di Kabupaten Karanganyar berpotensi terkena puting beliung.

“Semua wilayah di Karanganyar berpotensi terjadi puting beliung,” katanya.

Nugroho juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan siaga. Jika angin kencang berhembus, warga agar tidak berteduh di bawah pohon karena berbahaya. Jika berada di dalam rumah yang rawan roboh, juga diminta keluar dan berlindung ke tempat yang aman.

“Puting beliung ini susah diprediksi, kapan terjadinya. Bisa sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat harus selalu waspada,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge