0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Wonogiri Targetkan Bedah 400 Rumah Warga

dok.timlo.net/tarmuji
Program bedah rumah milik warga di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Jumlah warga di Wonogiri yang masih memiliki rumah tak layak huni cukup besar. Berdasarkan Keputusan Bupati Wonogiri nomor 442 Tahun 2015 dan hasil update data terbaru, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Wonogiri sebanyak 41.434 rumah.

“Tahun ini, Pemkab menargetkan bedah rumah tidak layak huni sebanyak 400 rumah,” ungkap Kabid Pemberdayaan Lembaga Masyarakat Bapermas Wonogiri, Kurnia Listiyarini, Kamis (28/1).

Menurutnya, tahun ini bantuan bedah rumah mengalami peningkatan anggaran. Dimana sejak 2013 hingga 2015 anggaran dari APBD Wonogiri yang dialokasikan untuk program bedah rumah hanya  Rp 500 juta. Sementara tahun ini naik menjadi Rp 2,8 miliar. Namun angka tersebut terbilang rendah dibanding kabupaten lainnya.

“Kalau dulu anggaran masing-masing rumah hanya mendapat Rp 5 juta. Dengan perincian, Rp 4 juta untuk perbaikan fisik, sedang Rp 1 juta untuk ekonomi yakni dibelikan kambing. Tapi sekarang naik menjadi Rp 7 juta, namun bantuan ekonomi diganti dengan program sanitasi atau untuk perbaikan jamban,” ujarnya.

Dikatakan, bantuan bedah rumah tersebut difokuskan untuk atap, dinding dan lantai. Bantuan tersebut menyasar kepada warga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni di 25 kecamatan. Selain didukung dari dana APBD Wonogiri, program bedah rumah tahun ini juga ada intervensi dana APBD Propinsi dan bahkan tidak menutup kemungkinan adanya dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).Namun,anggaran APBD Propinsi itu tidak melalui Bapermas melainkan melalui DPU dan Dinsos.

“Jumlah RTLH terbesar ada di Kecamatan Pracimantoro dan Kismantoro,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge