0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Uang Muka Kredit Pemilikan Rumah Turun 50 %

dok.timlo.net/setyo pujis
(dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Harga jual rumah subsidi dengan fasilititas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dipastikan naik pada 2016. Untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian, pemerintah menurunkan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dari tahun sebelumnya.

“Memang untuk uang muka KPR FLPP sekarang turun sekitar 50 persen. Jika sebelumnya uang muka yang ditetapkan 10 persen dari harga jual sekarang hanya menjadi 5 persen. dan 1 persen untuk yang berstatus PSN, TNI, Polri dan peserta BPJS aktif,” ujar Kepala Cabang BTN Syariah Solo, RR Anggraini kepada wartawan, Rabu (27/1).

Dikatakan, penurunan uang muka tersebut untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mendapatkan hunian. Karena untuk harga jual rumah subsidi di tahun ini naik dari sebelumnya Rp 110,5 juta menjadi Rp 116,5 juta.

“Dengan adanya kemudahan melalui penurunan uang muka yang ditetapkan pemerintah itu,  harapan kita permintaan masyarakat bisa kembali bergeliat, khususnya untuk rumah subsidi,” jelasnya.

Bahkan untuk pembiayaan 2016, ia menyampaikan jika BTN Syariah menargetkan ada peningkatan dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu. Sedangkan upaya yang dilakukan untuk merealisasikan target tersebut adalah dengan meningkatkan kerjasama dengan pengembang perumahan termasuk mitra kerja lainya.

“Jika target pembiayaan tahun lalu hanya Rp 36 miliar, untuk saat ini kita berharap bisa meningkat dua kali lipat,” tandasnya.



loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge