0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Jangan Hanya Jadi Penonton

Camat Ngawen Anang Widjatmoko (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Camat Ngawen Anang Widjatmoko mengingatkan kepada masyarakat pedesaan untuk ambil bagian dalam musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes). Hal itu ia lontarkan usai mengikuti musrenbangdes di Balai Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Rabu (27/1).

“Musrenbangdes sekarang bukan formalitas lagi karena dananya jelas. Pola pikirnya harus diubah, jangan hanya jadi penonton tapi harus terlibat,” kata Anang.

Menurut dia, momentum kucuran dana desa di era Presiden Joko Widodo sungguh luar biasa. Mulai 2015 sekitar Rp 250 juta, 2016 sekitar Rp 600 juta, dan 2017 mendatang sudah Rp 1 Miliar. Artinya, kucuran dana desa bisa mencapai Rp 4 Miliar di pemerintahan Jokowi.

“Padahal setiap ganti presiden, ganti kebijakan. Maka setiap menghadiri musrenbangdes saya selalu membuka wawasan dan menekankan bahwa roh dana desa itu untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Istilahnya, pembangunan boleh, tapi pemberdayaan masyarakat harus ditingkatkan,” ujarnya.

Pembangunan tersebut, imbuh Anang, sifatnya harus profit oriented, berupa investasi yang bisa menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) desa. Pasalnya, sesuai Peraturan Menteri Desa (Permendesa) ada beberapa pembangunan fisik yang dilarang menggunakan dana desa, seperti kantor balai desa, tempat ibadah, gapura, dan pagar pemakaman.

“Dana itu hibah, tidak ada bunganya. Misal ada Rp 600 juta, yang Rp 200 juta untuk investasi. Contohnya pembangunan ruko untuk disewakan, pembibitan ikan, atau penggemukan sapi. Jadi, jika programnya habis ada jejaknya yang ada di PAD desa,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge